Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Kolaborasi, TP PKK dan Kesbangpol Bahas Kondisi Kerukunan Umat Beragama di Sulut

Manado, detiKawanua.com - Kerukunan hidup antar umat beragama di Provinsi Sulawesi Utara tidak dapat dilepas atau merupakan karya dan kontribusi dari para pemuka agama termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai organisasi lintas agama terbesar di daerah ini. Eksistensi FKUB senantiasi bersinergi dengan pemerintah dan anak bangsa serta diperkuat dengan semangat dan filosofi 'Torang Samua Ciptaan Tuhan dan Batamang Dengan Samua Orang'. Sebagai pondasi dan falsafah kerukunan umat beragama di Sulut yang syarat dengan kearifan lokalnya. Demikian dikatakan Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan dalam sambutan sekaligus pembukaan Workshop Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulut Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Hidup Toleransi dan Kerukunan di Provinsi Sulut, yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut, di Hotel Peninsula (05/04) siang tadi.

"Dengan melihat situasi dan kondisi daerah dan masyarakat Sulawesi Utara yang saat ini dalam tahap perjuangan menunu era kebangkitan baru, maka setiap komponen masyarakat dituntut untuk memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam membawa daerah ini berdikari dalam ekonomi, berdaukat dalam pemerintahan dan politik serta berkepribadian dalam berbudaya," terang Rita yang juga Isteri tercinta dari Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

Diingatkannya juga segenap komponen FKUB pun juga terbeban untuk semakin berbenah diri dengan terus menghadirkan pemmbaharuan visi dan pandangan sesuai realitas tuntutan jaman.

"Hal ini agar harmonitas di Sulawesi Utara tetap kokoh dan terjaga, apalagi dalam mensukseskan kegiatan Paskah Nasional dan Pekan Kerukunan 2017 pada tanggal 21-28 April ini, juga turut mendukung program dari Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan-ODSK)," ajak Rita.

Oleh karena itu dirinya juga berharap akan peran aktiv anggota FKUB se-provinsi Sulut kedepan harus semakin meluas dan menyentuh disisi kebutuhan sosial di masyarakat, bukan hanya berperan mengatasi dilintas agama saja namun, kehadirannya harus menjadi problem solution (solusi) dalam mengentaskan segala permasaalahan di masyarakat.

"Sebagaimana posisi FKUB sebagai mitra pemerintah yang selalu mengambil langkah terdepan dalam perannya menjaga kerukunan dan toleransi ditengah masyarakat. Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran FKUB di Sulawesi Utara atas karya dan pengabdian bagi terciptanya harmoni kerukunan daerah ini," ungkapnya, sembari megatakan sebagai bagian integral kita pun sepakat untuk terus memperjuangkan kedamaian diatas segala kepentingan dan sepakat bahwa suku, agama dan ras merupakan hal penting yang layak diekspos bukan untuk diperdebatkan atau dipertentangkan karena kita yakin perbedaan akan menjadi keindahan dan sumber kekuatan yang membawa keuntungan jika mampu diolah dan dihadirkan secara berdampingan.

Sementara itu melalui Kepala Kesbangpol Provinsi Sulut, Evans Steven Liow mengatakan, kegiatan ini merupakan program strategis mendukung pembangunan yang merupakan program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut (ODSK) yang salah satunya grand strategi di sektor pariwisata.

"Pada anggaran Kesbangpol yang tertata untuk FKUB ada Rp 500 Juta, dan lahirlah program pekan kerukunan nasional. Nantinya, kita akan membuat laboratorium kerukunan dan kedepan untuk TP PKK Sulut nantinya kedepan akan melakukan pelatihan intelejen," terang Liow.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut diantaranya, Sekertaris FKUB Provinsi Sulut, Hi Amin Lasena.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 05 April 2017 ,

0 komentar for "Kolaborasi, TP PKK dan Kesbangpol Bahas Kondisi Kerukunan Umat Beragama di Sulut"

BERITA TERBARU

MITRA

TALAUD

KOTAMOBAGU

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional