Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Kasus DBD Ditemukan di Kabaruan, Awaeh: Waspada Bepergian ke Luar Daerah

Kabid P2P Dinkes Talaud, Fransina Awaeh.

Talaud, detiKawanua.com - Sempat mendapat penanganan serius selama empat hari oleh tenaga medis di RSUD Talaud di Mala, kondisi seorang pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dari desa Mangaran, Kecamatan Kabaruan, berangsur pulih.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mangaran, Kecamatan Kabaruan Kabupaten Kepulauan Talaud, dr. Billitruly Lumeling menjelaskan, berdasarkan penyelidikan atau uji epidemiologi ternyata kasus tersebut bukan disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegepty di tempat pasien berdomisili, melainkan murni kasus impor atau dari luar daerah.

"Sebelumnya pasien ini telah mengikuti pelatihan di Jakarta, kemudian mereka pergi ke Makassar dan ke Bali. Jadi kemungkinan demam berdarahnya ini terjadi saat ia pergi dari Makassar ke Bali. Dua hari setelah tiba di Talaud langsung panas. Karena kebetulan istrinya dokter langsung dibawa ke RSUD dan setelah diperiksa positif DBD," jelas Lumeling.

"Setelah ditemukan kasus tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi dan ternyata tidak ditemukan nyamuk Aedes Aegepty. Dan kami menyimpulkan, ahwa pasien ini murni DBD dari luar daerah," ungkap Lumeling.

Untuk mengantisipasi penularan penyakit tersebut, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala desa se-Kecamatan Kabaruan, agar melaksanakan 3 M Plus, seperti menguras atau membersihkan bak mandi, mengubur barang-barang bekas, dan menutup tempat penampungan air. Sedangkan plusnya ialah memakai obat anti nyamuk atau kelambu, saat tidur dan menaruh bubuk abate pada tempat penampungan air.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Talaud,  Fransina Awaeh mengungkapkan, kasus DBD ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sepanjang tahun 2017.

Awaeh berharap kepada warga masyarakat yang berpergian keluar daerah supaya lebih berhati-hati dan waspada terhadap penyakit DBD yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegepty.

"Bagi warga Talaud yang berpergian ke luar daerah, diharapkan waspada dengan penyakit DBD," imbaunya. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 02 April 2017 , ,

0 komentar for "Kasus DBD Ditemukan di Kabaruan, Awaeh: Waspada Bepergian ke Luar Daerah"

BERITA TERBARU

MITRA

TALAUD

KOTAMOBAGU

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional