Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Ini Penjelasan di Forum Dinkes Sulut Harga Obat TB Capai 200 Juta, dan Pasiennya Bisa Ditembak Mati?


Manado, detiKawanua.com - Mengenal lebih jauh soal penyakit Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, itu merupakan penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis (Bakteri,red). Dimana cara penularannya berawal dari penderita TB aktiv dengan batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur selanjutnya terinhalasi kepada orang sehat namun tidak memiliki kekebalan tubuh yang baik untuk penyakit ini.

Dalam agenda peringatan hari Tuberkolosis (TB) se-dunia tanggal 24 Maret tingkat Provinsi Sulawesi Utara, yang puncak pelaksanaan baru dilaksanakan pada Jumat (07/04) lalu melalui apel akbar seluruh jajaran ASN lingkup pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut di lapangan kantor Gubernur. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulut melanjutkan dengan forum diskusi melibatkan para narasumber ahli dan juga undangan siswa mahasiswa serta para sejumlah kader kesehatan. 

Menariknya, dalam forum diskusi yang mengambil tema ' Temukan Tuberkolosis Obati Sampai Sembuh (TTOSS)' di Aula Dinkes Sulut, selain terungkap data jumlah kasus TB di Sulawesi Utara hingga tahun 2016 berjumlah 5.297 kasus termasuk dewasa dan anak-anak, juga untuk pengobatan rutinnya penderita yang sudah mengalami TB resisten (parah,red) bisa mencapai hingga ratusan juta bahkan kalau di negara luar (China,red) penderita yang sudah resisten bisa dihukum mati agar tidak mejangkiti orang lain.
Seperti halnya yang diungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulut, dr Steven Dandel bahwa, pengidap TB resisten untuk biaya sampai sembuh itu Rp 220 juta/pasien, dengan menggunakan obat khusus suntik setiap hari selama 8 bulan.

"Tapi untuk sekarang ini disyukuri masih gratis karena mendapat bantuan oleh pihak Global Fun. Bisa dibayangkan jika berbayar, walaupun pakai BPJS pasti akan bangkrut dengan jumlah orang yang banyak," ungkapnya.

Steven juga memastikan bagi para 'tersangka' pengidap TB sekarang juga sudah ada pemeriksaan dini akurat di rumah sakit yang sampelnya adalah lendir penderita.
"Adapun obat-obatan dari Puskesmas atau resep secara gratis dengan kualitas yang sama dengan berbayar, karena yang gratis di subsidi oleh pemerintah. Kalaupun untuk pengobatan biasa/dibayar itu bisa sampai 3 jutaan. Tapi saat ini untuk TB biasa dan resisten masih gratis pengobatannya," terangnya.

Sisi lain melalui dr Nova Wulur Ketua Persekutuan Pelayanan Kristen Seluruh Indonesia (Pelkesi) Sulut, mengatakan kalau di negara lain (China) itu ada aturan bahwa pasien TB resisten langsung divonis mati atau tembak mati.

"Itulah kita di Indonesia tidak seperti negara lain yang mempunyai jiwa sosial apalagi dalam membantu pelayanan kesehatan dan masih memberikan ruang pelayanan pengobatan sehingga para pasien bisa berobat pun secara gratis," ujar Nova.

Sementara itu melalui Kepala Dinkes Sulut, dr Debby Kalalo bahwa melalui pemeintah provinsi Sulut, sesuai dengan komitmen untuk menjaga masyarakat tetap sehat, melakukan upaya lagkah antisipasi dengan tindakan peningkatan mutu fasilitas kesehatan, rumah sakit, pemberdayaan penuh, pelatihan kader petugas kesehatan di kecamatan.
"Selain itu ada mitra kerja bersama organisasi-organisasi kesehatan lainnya yang berkomitmen menjaga Sulut tetap sehat," kata Kalalo.

Narasumber lain yakni, dr Frida Agu yang merupakan Spesialis Kejiwaan (SPKJ), menilai kejiwaan juga atau depresi dapat berpengaruh terhadap kesehatan atau penyembuhan dari pasien. 

"Jadi, kasus TB ini juga bisa ada kaitannya dengan kejiwaan pasien, jika mengalami sakit yang lama pasti fikiran akan mempengaruhi. Oleh karena itu perlunya dukungan moral bagi penderita untuk motivasi sehingga pasien tidak kecewa selama mengalami penyakit tersebut. Yang jika pasien tidak alami depresi, pasti proses penyembuhannya akan berjalan dengan baik," terang Frida.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 09 April 2017 , , ,

0 komentar for "Ini Penjelasan di Forum Dinkes Sulut Harga Obat TB Capai 200 Juta, dan Pasiennya Bisa Ditembak Mati?"

BERITA TERBARU

MITRA

TALAUD

KOTAMOBAGU

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional