Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Dinas Perikanan Bantu Pengurusan Asuransi Nelayan di Talaud

Kabid Penangkapan,Pengelolaan TPI dan IUP Dinas Perikanan Pemkab Kepulauan Talaud Ronald Bee saat memegang Kartu Asuransi Nelayan dan Kartu Nelayan. 

Talaud, detiKawanua.com - Animo nelayan di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk memiliki asuransi masih rendah. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perikanan Talaud, baru 608 nelayan yang mengurus asuransi tersebut.

Kepala Bidang Penangkapan, Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Izin Usaha Perikanan (IUP) Ronald Bee mengatakan, informasi asuransi untuk nelayan sudah dimulai sejak Maret 2016 lalu, hanya saja petunjuk teknis dan surat keputusan selaku validator baru diterima pada bulan Oktober di tahun yang sama. Minimnya informasi dan sosialisasi, keterbatasan waktu karena ada pekerjaan kantor lain yang harus diselesaikan serta jarak antar pulau menjadi kendala lambannya kinerja pihaknya.

"Data 2016, dari 686 kartu asuransi yang diusulkan, ada 608 kartu asuransi nelayan yang diterbitkan, tetapi belum tersebar menyeluruh, kami masih terpusat pada Salibabu, Beo dan Melonguane. 2017 ini ada bantuan tenaga dari penyuluh perikanan yang turun ke semua Desa di 19 Kecamatan untuk mensosialisaikan asuransi ini, tetapi tetap masih ada penduduk yang tidak mau mengurus asuransi," jelas Bee.

Dirinya menambahkan, kepemilikan kartu Nelayan merupakan salah satu sarat mengurus Asuransi Nelayan. Dari data statistik bawaan tahun 2012 tercatat jumlah nelayan di Talaud sebanyak 11.027 orang, sedangkan untuk update data tahun 2016 jumlah nelayan tercatat sebanyak 7000 orang dan data ini masih terus di update hingga sekarang.

"Jika tidak terkendala transportasi dan waktu, data ini mungkin sekarang telah selesai. Adapun jumlah nelayan yang telah memiliki Kartu Nelayan sekitar 1900 orang. Ini harus di entry di Manado, karena Koneksi internet di Talaud buruk. Syarat asuransi harus ada kartu nelayan. 608 kartu asuransi sudah siap dibagi dan datanya sudah diberitahu ke Desa - Desa, agar bila terjadi sesuatu langsung kita klaim. Untuk tahun pertama, premi sebesar 175 ribu rupiah kami yang bayar, tahun ke dua dibayar nelayan, cuma 175 ribu per tahun," kata Bee.

Diketahui, santunan jika nelayan meninggal/kematian karena kecelakaan sebesar 200Juta. Sedangkan jika mengalami cacat tetap akibat kecelakaan dan  akan mendapat biaya 100Juta dengan biaya pengobatan sampai dengan 20Juta. Nelayan juga mendapat santunan jika mengalami insiden di luar aktivitas seperti meninggal dunia secara alami bisa diklaim sebesar 160Juta. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 09 April 2017 ,

0 komentar for "Dinas Perikanan Bantu Pengurusan Asuransi Nelayan di Talaud"

BERITA TERBARU

MITRA

TALAUD

KOTAMOBAGU

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional