Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Abaka Minim Anggaran Pelaksanaan Program, Gumolung: Tahun 2017 Hanya 200 Juta

Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Talaud, Dirman Gumolung.

Talaud, detiKawanua.com - Dari 5.000 hektare lahan yang disediakan untuk pengembangan dan pembudidayaan Pisang Abaka sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Kepulauan Talaud, baru ditanami seluas 30 hektare. Minimnya anggaran menjadi kendala terbesar pelaksanaan program.

Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Talaud, Dirman Gumolung mengatakan, anggaran yang diberikan Pemerintah Daerah terbatas atau tak mencukupi. Sementara dilihat dari segi produksi serat Abaka sebagai salah satu bahan baku pembuatan uang kertas dollar, maupun barang lainnya di Talaud, belum mencukupi permintaan pasar.

"Pemerintah Daerah harus memberikan anggaran dana aktif untuk peningkatan produksi yang bisa dilakukan lewat pembudidayaan dan perluasan lahan. Potensi Abaka di Talaud adalah 5000 hektare, yang baru ditanami baru 300 hektare. Anggaran Pemda terbatas," jelas Gumolung.

Terkait ketersediaan bibit, menurutnya, tidak menjadi masalah. Pembudidayaan, baik lewat anakan maupun cara lainnya, dapat dilakukan tanpa memakan waktu yang lama. Selain itu, kendala lainnya adalah inisiatif petani untuk berusaha masih rendah dan harus dimotivasi lewat modal keuangan, meskipun pasar telah terbuka.

"Petani harus didoping dulu atau dirangsang dengan anggaran, baru mereka memiliki inisiatif kerja," katanya.

Anggaran yang disediakan tahun ini, untuk pembudiyaan hanya Rp.200.000.000. Jika dibandingkan dengan daerah lain, seperti Kabupaten Minahasa Tenggara (yang mencapai milyaran rupiah dengan luas lahan 12.000 hektare), anggaran tersebut terbilang kecil.

"Padahal bibit pisang Abaka di Mitra berasal dari Talaud. Anggaran tahun ini 200 juta, karena 100 juta dialihkan ke Bappelitbang untuk penelitian dalam rangka pelepasan varietas atau dipatenkan, bahwa bibit abaka berasal dari Talaud," tambahnya.

Pihaknya juga telah berjuang ke Kementerian Pertanian, namun komoditi perkebunan pisang Abaka belum masuk, dan pada tahun 2015 pernah berjuang ke Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah tertinggal dan mendapatkan bantuan pengembangan 500 hektare lahan di Essang. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 04 April 2017 , ,

0 komentar for "Abaka Minim Anggaran Pelaksanaan Program, Gumolung: Tahun 2017 Hanya 200 Juta"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional