Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Senin Besok Pihak Australia Bertemu Gubernur, PU-TR Ungkap Hal Ini

Manado, detiKawanua.com - Minat ketertarikan para pengembang/investor luar negeri untuk masuk ke daerah Sulawesi Utara (Sulut) nampaknya semakin banyak, yang salah satunya pengembang dari wilayah negara Australia yang bakal melakukan pengembangan di Likupang Kecamatan Minahasa Utara (Minut). Hal tersebutpun jadi bukti bahwa 'gaung' daerah Sulut yang terlebih di sektor pariwisata semakin meluas di negara-negara khususnya di bagian Asia dan hal tersebut disisi lain dapat meningkatkan perekonomian Sulut.

"Sulut itu dimana-mana orang berminat. Senin besok rencananya pihak dari Negara Australia akan presentase tentang Likupang," terang Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang diampingi Wakil Gubernur, Steven Kandouw dan Sekprov Sulut, Edwin Sikangen usai RUPS BSGo baru-baru ini di Minut.

Menurutnya, bermacam perencanaan skala prioritas kedepan yang salah satunya di bidang pariwisata itu pun telah dibahas bersama dan telah dalam masa persiapan.
"Sudah akan direncanakan dan mereka (Australia) akan masuk," singkat Olly.

Tidak hanya itu, diungkapkannya juga bahwa perencanaan kedepanpun bakal dijadikan (Likupang) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada nantinya menjadi 'KEK Wisata'.

"Ada tanah BUMN 1000 hektar nantinya akan kita ambil alih. pastinya semua plan dan administrasi sudah dalam tahapan persiapannya," pungkas Gubernur.

Menindak lanjuti hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) yang dikepalai Stive H.A Kepel kepada detiKawanua.com, Minggu (05/03) siang tadi mengatakan bahwa pada hari Senin (Besok) pihaknya akan mengadakan rapat bersama investor tentang pembangunan jalan lingkar yang ada di wilayah Likupang dengan 'site plan' kawasan yang akan dibangun oleh investor.

"Sebelumnya pada hari Rabu pekan lalu telah kami sudah rapat bersama dengan Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Dinas Kehutanan, terkait wilayah mana yang masuk kawasan hutan lindung atau hutan produksi," terang Kepel.

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 05 Maret 2017 , , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional