Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Ini Sikap Komnas PA Soal Dugaan Penculikan Anak, Termasuk di Provinsi Sulut

Jakarta, detiKawanua.com -  Maraknya kabar penculilan anak untuk tujuan penjualan organ  tubuh anak yang betefar minggu ini  telah meresahkan anggota masyarakat. Dalam siaran pers Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang diterima detiKawanua.com, Selasa (21/03) melalui Ketua, Arist Merdeka Sirait bahwa beredar kabar telah banyak aksi para penculik anak dengan berpura-pura sebagai pengemis, orang yang mempunyai gangguan jiwa, serta sebagai pedagang keliling dibeberapa tempat di Indonesia  sudah banyak digagalkan anggota masyarakat.

Menurut catatan hasil investigasi Komnas PA,  di kota Tanjungbalai, Sumatera Utara misal seorang perempuan SA (32) warga Jl. Beringin Pasar IV Sei Percut Medan  berpura-pura mengalami ganguan jiwa berkeliaran di Jl. Logam Lingkungan V Tangjungbalai Kota terpaksa diamankan ke Polresta Tanjungbalai setelah diduga terlibat sebagai salah satu sindikat penculikan anak. Terdengar juga kabar bahwa Polsek Matraman, Jakarta juga telah mengamankan 3 orang terduga pelaku penculikan  di daerah Utan Kayu Jakarta Timur. Dalam keterangannya para terduga penculik mengaku mendapat imbalan 10 juta rupiah untuk satu orang anak.

Di Yogjakarta seorang siswa kelas III siswa SD Gedongkiwo Mantrijeron  D (9) berhasil menggagagalkan aksi gerombolan penculikan terhadap dirinya dengan cara menggigit salah satu tangan penculik. Demikian juga kabar penculilan di Manado, Tomohon dan Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara, telah meresahkan masyarakat.

Komnas PA sebagai lembaga independen dibidang promosi, pemenuhan dan perlindungan anak di Indonesia menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungannya baik lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan tempat bermain anak serta ruang publik. Orangtua juga dihimbau untuk  membekali diri anak untuk mampu menyelamatkan dirinya dari bujuk rayu, tipu muslihat dan  ancaman orang lain dengan mengajarkan kepada anak untuk berani mengatakan tidak pada ajakan orang lain, berani menolak terhadap pemberian dan bujuk rayu orang yang tidak dikenal dan berani berteriak dan minta tolong, serta mengajarkan kepada untuk menggigit dan atau menendang jika dalam posisi terancam.

Demikian Komnas PA, dalam menyikapi maraknya kabar penculilan anak untuk tujuan penjualan organ tubuh anak, yang juga menghimbau masyarakat jika mencurigai kemungkinan terjadinya penculikan dilingkungannya jangan main hakim sendiri tetapi  segera menyerahkan kepada otoritas lingkungan atau kepada Polisi terdekat. (tim/dkc)

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 22 Maret 2017 , , ,

0 komentar for "Ini Sikap Komnas PA Soal Dugaan Penculikan Anak, Termasuk di Provinsi Sulut"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional