Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

DLH dan PRKP Saling Lempar Tanggung Jawab Pemeliharaan Lampu Jalan

Ilustrasi. /Ist

Mitra, detiKawanua.com
- Dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) kembali membuat bingung masyarakat. Kali ini terkait permasalahan penerangan jalan umum (PJU) yang ada. Pasalnya dua SKPD yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman (PRKP) saling lempar tanggung jawab terkait pemeliharaan.

Kepala DLH Mitra, Tommy Soleman saat dimintai keterangan terkait permasalah PJU yang sudah masuk 3 bulan tak lagi menerangi sejumlah kelurahan di ibukota Mitra, Ratahan mengatakan, untuk saat ini DLH tak lagi mempunyai wewenang menangani PJU.

"Saat ini tanggung jawab sudah ada di Dinas PRKP terkait PJU," terang Soleman, Kamis (02/03).

Lebih lanjut, Soleman mengatakan, memang saat ini pihak DLH tinggal mempunyai wewenang terkait pemeliharaan PJU LED yang beranggarkan 4,8 M di tahun 2016 yang masih masuk tanggung jawab pemeliharaan oleh pihak ketiga.

Sementara itu juga pihak Dinas PRKP ketika dikonfirmasi mengatakan, tanggung jawab pemeliharaan masih ada di tangan DLH Mitra. Dikarenakan pihak PRKP belum mempunyai anggaran meskipun ada beberapa titik yang telah diperbaiki.

"Waktu ketemu dengan salah satu kepala bidang di DLH, beliau yang mengatakan anggaran pemeliharaan PJU masih ada di DLH," terang Frangki Ngongoloy, Kepala Seksi Peningkatan Dinas PRKP Mitra.

Hal senada juga dikatakan oleh Kadis PRKP Mitra, Dennij Porayou, yang mengatakan, memang saat ini ada anggaran di PRKP tapi anggaran itu untuk membayar iuran listrik yang dipakai, bukannya untuk pemeliharaan PJU.

"Listrik dua pekan lalu sudah dibayar, tapi untuk pemeliharaan atau perbaikan anggaran tidak ada di PRKP, " ucap Porayou.

Salah satu warga Ratahan ketika dimintai tanggapan, menyayangkan saling lempar tanggung jawab oleh dua instansi tersebut. Bahkan dirinya mengatakan ibukota Mitra seolah kota mati jika PJU tak berfungsi dan otomatis bisa menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan.

"Ini harus jadi perhatian serius, karena bisa berdampak di hal negatif seperti kecelakaan atau terciptanya tindakan kriminal dikarenakan gelap," pungkas Adri, Warga Lowu, Ratahan.

(Indri)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 02 Maret 2017 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional