Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Wah, Pasien Boltim Ini 6 Jam Sempat 'Terlantar' di RS Siloam Manado

Lisa Bandingkan Pelayanan RS Siloam Lebih Baik Dari RS Yang Lain.

Foto: kegiatan pelayanan di lantai III RS Siloam Manado

Manado, detiKawanua.com - Ihwan Husuna (34) warga Bolaang Mongondow Timur (Boltim) merasa dirinya yang sudah jauh-jauh datang memeriksakan hasil pekeriksaan MRI (sejeni citiescan) kepada dirinya yang mengidap penyakit saraf dibagian mata, selama 6 jamPe (08.30 - 14.30) Selasa (14/02) siang tadi merasa kesal karena tidak mendapatkan pelayanan dari pihak RS Siloam Manado dengan alasan yang dia (Ihwan) terima dari pihak RS Siloam bahwa statusnya tidak ada.

"Kemarin (Senin,red) sudah melakukan pemeriksaan MRI disini (RS Siloam), dan hari ini jadwalnya untuk menunjukkan hasil MRI nya ke Dokter ahli saraf (dr Eko,red) yang pada akhirnya oleh dokter setelah menunggu lama karena tidak ada/terdaftar status pasien (Ihwan) jadi dokter tersebutpun sudah pergi. Setelah itu saya pun diarahkan agar ke pihak BPJS yang ada disini (RS Siloam) namun pihak BPJS mengaku bukan kewenangannya karena hanya meregisrasi dan diarahkan ke Medical Record, tapi ketika ditanyakan di Medical Record pun kembali mengarahkan ke BPJS begitu kelanjutannya sehingga saya pun kecewa ditambah merasa lelah karena dibagian kepala saya sudah rasa nyeri," terangnya kepada wartawan yang saat itu bertepatan berada di RS Siloam.

Sementara itu pantauan wartawan dilokasi bersama pasien kembali mengkofrimasikan kesalah satu petugas perawat jaga dilantai III (Freli SM) yang ketika dilakukan pengecekan status nama lengkap dan umur di komputernya, didapati tidak terlampir dan akhirnya perawat tersebut harus mencari informasi lagi kurang lebih hampir setengah jam, kemudian diakui statusnya ada dan meminta pasien untuk bersabar.

Melalui pihak Manajemen RS Siloam Manado, Lisa ketika dikonfirmasikan wartawan, bahwa dirinya sudah langsung memfollowup kejadian tersebut dan memang kalau pasien BPJS itu ada ribuan bukan hanya satu orang yang harus dicari.

"Jadi nurse (perawat) yang ada dilantai III itu harus mencari datanya dulu ke Medical Record dan praktek dokter (Eko,red), sedangkan dokter Eko harus kerumah sakit Kandouw karena ada panggilan bedah," jelasnya.

Disamping itu, dirinya juga mengakui bahwa pelayanan yang ada di RS Siloam Manado itu pelayanannya lebih baik jika dibandingkan dengan rumah sakit yang lain.

"Sebenarnya, kalau pasien BPJS syaratnya cuma satu, misalnya bapak itu (pasien) harus memeriksakan diri kedokter yang ada dilantai III. Kadang-kadang mereka meski menunggu info dari lantai V (BPJS) tidak bisa langsung ke Medical Record. Medical record itu hanya data, dan seharusnya juga yang minta status itu dari dr Eko dan ada juga dari lantai V (BPJS) bukan pasien yang meminta. Dimana pasien juga sudah mendapatkan jadwal melalui dokter pengganti dokter Eko untuk memeriksa pasien,"jelas Lisa, sembari membantah kalau sistem pelayanan yang ada di RS Siloam sekelas rumah sakit Internasional itu tidak berjalan baik.

Diketahui sebelumnya pasien (Ihwan) sudah mendaftarkan/regisrasi dirinya langsung ke BPJS di RS Siloam pada Rabu (08/02) lalu.

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 14 Februari 2017 , ,

0 komentar for "Wah, Pasien Boltim Ini 6 Jam Sempat 'Terlantar' di RS Siloam Manado"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional