Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Rp 200 Juta dan Bantuan Lainnya Mengalir ke Korban Banjir Longsor di Bitung

Foto (vr/ist)
Sulut, detiKawanua.com - Pasca diterpa hujan deras delapan jam lamanya sejak Minggu (14/02) dini hari di wilayah Kota Bitung yang mengakibatkan sejumlah daerahpun dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Dari data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut, bencana banjir bandang telah menghantam empat kecamatan yakni tujuh kelurahan di Kecamatan Aertembaga, dua kelurahan di Kecamatan Maesa, dua kelurahan di Kecamatan Lembeh Utara, dan empat Kelurahan di Lembeh Selatan. Banjir bandang menghancurkan 1132 rumah dan longsor sebanyak 30 rumah, sementara 4622  jiwa kini mengungsi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini hanya dua korban luka berat dan kini tengah ditangani di rumah sakit terdekat.
Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani didampingi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey pada Senin (13/02) pagi tadi langsung mengunjungi lokasi bencana.

Saat peninjauan langsung di lokasi banjir bandang dan tanah longsor itu, tepatnya berlokasi di SD Katolik Santo Andreas, Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Menko PMK disambut oleh Walikota Bitung, Max J Lomban, yang selanjutnya Menko PMK menyerahkan bantuan langsung kasur (500), selimut (1000 L), alkon (10 unit), genset (10 unit), tong air (10), karung (1000 L), tikar (100), cangkul (15), sekop pasir (15), beras dan ikan kaleng (1 ton), dan dana segar untuk BPBD (Rp200 juta).

Dalam interaksi Menko PMK bersama para korban yang sedang mengungsi.

"Saya hadir di sini mewakili pemerintah untuk memberikan bantuan. Mungkin jumlahnya belum seperti yang diharapkan tetapi inilah bentuk simpati kami kepada masyarakat yang sedang terkena musibah. Jangan kembali ke rumah dulu karena situasi masih belum aman. Bantuan alat berat akan segera dikerahkan, kebutuhan makan juga akan dipastikan tercukupi," tandas Puan, sembari menambahkan sekolah memang diliburkan tetapi proses belajar mengajar harus terus berlangsung, berhenti sementara saja. Yang penting keamanan diri dan keluarga dulu demi untuk menghindari kalau sewaktu-waktu ada banjir susulan. (timdkc)

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 13 Februari 2017 ,

0 komentar for "Rp 200 Juta dan Bantuan Lainnya Mengalir ke Korban Banjir Longsor di Bitung"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional