Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Pengejaran Lintas Provinsi, DPO Kasus Penganiayaan Tumpaan Berhasil Ditangkap

Tersangka penganiayaan.

Minsel, detiKawanua.com
- Polsek Tumpaan berhasil menangkap tersangka kasus penganiayaan YS alias Yanson alias Botax (22), warga desa Tumpaan Dua, kecamatan Tumpaan, kabupaten Minahasa Selatan. Lelaki YS (Yanson/Botax) ditangkap atas tindak pidana penganiayaan yang dilakukannya pada korban perempuan OP alias Mega (16), warga desa Tumpaan, kabupaten Minahasa Selatan.

Kapolsek Tumpaan IPTU Asprijono Djohar saat dikonfirmasi Sabtu (25/02) pagi tadi, menjelaskan, bahwa tersangka YS selama ini memang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kurang lebih 6 bulan lamanya.

"Kasus penganiayaan ini terjadi pada bulan Juli 2016, di mana tersangka YS memukul korban perempuan OP dengan menggunakan besi ledeng, sehingga korban mengalami luka serius di bagian kepala," ungkap Kapolsek.

Adapun tersangka dan korban memiliki hubungan pacaran namun tidak disetujui oleh orangtua korban. Perselisihan antara korban dan tersangka perihal ketidakrestuan orangtua atas hubungan mereka ini, berujung pada peristiwa penganiayaan yang nyaris menghilangkan nyawa korban.

"Korban mengalami luka robek dibagian kepala dengan 18 jahitan, yang membuat korban pada waktu itu harus mendapatkan perawatan intensif dari pihak medis RS Kalooran Amurang," tambah Kapolsek.

Sementara itu, tersangka yang mengetahui bahwa dirinya sedang dicari polisi, langsung melarikan diri ke wilayah Provinsi Sulteng, tepatnya di kota Palu dan Toli Toli.

"Tersangka sempat lari ke kota Palu dan Toli Toli, Sulteng, namun kembali lagi ke Tumpaan. Hingga kemarin Jumat (24/02) kemarin, atas informasi keluarga korban, kami pun langsung melakukan penggebrekan di kediaman tersangka. Saat akan ditangkap tersangka berusaha melarikan diri sehingga terjadi aksi kejar-kejaran. Namun pada akhirnya tersangka berhasil kami amankan," jelas Kapolsek.

Tersangka dijerat dengan pasal 80 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak j.o. pasal 351 (1) KUHP, dengan ancaman hukuman lima belas (15) tahun penjara

(Vandytrisno/ hpom)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 25 Februari 2017 , ,

0 komentar for "Pengejaran Lintas Provinsi, DPO Kasus Penganiayaan Tumpaan Berhasil Ditangkap"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional