Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Dinkes Talaud Gelar Workshop Penunjang Akreditasi Puskesmas

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, DR. dr. Jurry Ektivianus Jawali MKes.

Talaud, detiKawanua.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud melaksanakan Workshop Penunjang Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kegiatan Workshop ini dibuka oleh Kadis Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan DR. dr. Jurry Ekrivianus Jawali MKes. Dasar pelaksanaan kegiatan adalah Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. 

Workshop tersebut dilaksanakan dari tanggal 8-9 Februari 2017 dengan mendatangkan narasumber yang handal di bidangnya yakni dari Provinsi Sulut dan ada juga dari Kabupaten Talaud. Kegiatan workshop yang dimaksud diikuti oleh empat Puskesmas, masing-masing puskesmas mendelegasikan lima orang yang hadir dalam Workshop ini. Puskesmas yang dimaksud adalah Puskesmas yang terakreditasi tahun 2016 yakni Puakesmas Melonguane dan Pulutan. Kalau Puskesmas yang akrediatasi 2017, ada tiga Puskesmas yakni Puskesmas Rainis, Mangaran dan Salibabu, sedangkan satu Puskesmas persiapan Puskesmas Lobbo.

Kadis Kesehatan Talaud melalui Sekretaris Dinas DR. dr. Jurry Ektivianus Jawali MKes kepada detiKawanua.com mengatakan, tahun 2016 Kabupaten Talaud sudah melakukan survey akreditasi terhadap dua Puskesmas yakni Puskesmas Melonguane dan Pulutan, dan bocoran hasilnya berhasil lulus terakreditasi dan kemungkinan hasilnya diserahkan bulan ini. Demikian menurut informasi dari team pendamping akreditasi Provinsi Sulut.

"Sesuai dengan Pasal 39 ayat (1) menyatakan bahwa Puskesmas wajib diakreditasi. Sertifikasi akreditasi untuk Puskesmas ada empat yakni Terakreditasi Dasar, Terakreditasi Madya, Terakreditasi Utama, dan Terakreditasi Paripurna. Tahun ini adalah kami menargetkan ada yang terakreditasi madya," ujar Jawali.

Lanjut Jawali, pada prinsipnya sama dengan rumah sakit, seperti RSUD Mala tahun lalu sudah mendapat akreditasi yang kedua dengan predikat akreditasi Bintang satu. Demikian juga Puskesmas akan seperti itu. Tujuan akreditasi itu sendiri adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, meningkatkan perlindungan sumberdaya manusia kesehatan, masyarakat dan lingkungan, serta FKTP (Fasilitas Masyarakat Tingkat Pertama) dan meningkatkan kinerja FKTP dalam pelayanan kesehatan.

"Outcome yang diharapkan, yakni peserta begitu pulang bisa langsung segera mempersiapkan masing-masing puskesmas untuk dapat disurvei akreditasi oleh komisi akreditasi FKTP, agar bisa menyusul dua puskesmas pendahulunya yang sudah bisa terakreditasi tahun 2016," ungkap Jawali.

Dirinya menambahkan, dari tujuan adanya akreditasi dimaksud, tentunya yang akan diperoleh masyarakat adalah mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta perlindungan Sumberdaya Manusia Kesehatan (SDMK) dan masyarakat.

"Harapannya tentu bahwa akreditasi ini bukan semata-mata mengejar secarik kertas tanda sudah terakreditasi, namun yang harus tetap dijaga adalah semua standar yang sudah dilaksanakan harus tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan, karena sertifikasi akreditasi ini hanya berlaku tiga tahun dan akan dilakukan reassesmen kembali tiap tiga tahun dalam rangka peningatan mutu. Jadi yang paling penting adalah continuous quality improvement yang dilihat prosesnya bukan hanya hasilnya," tegas Jawali. 

(RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 09 Februari 2017 , ,

0 komentar for "Dinkes Talaud Gelar Workshop Penunjang Akreditasi Puskesmas"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional