Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Bahagia Bercampur Haru Para Warga Ex Korban Banjir di 'Kota Baru' Pandu

Manado, detiKawanua.com - Bahagia bercampur rasa haru pun menjadi satu. Hal itu terlihat dari wajah ratusan warga dan anak-anak di wilayah pemukiman Desa Pandu Kota Manado yang tercatat merupakan para korban banjir bandang tahun 2014 lalu yang kini telah menetap tinggal dilokasi lahan seluas 200 hektar yang disumbangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, dengan dibangunan rumah bentuk permanen sederhana oleh Pemerintah Kota Manado dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, pada Jumat (03/02) sore dikunjungi Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawangsa didampingi Gubernur (Olly Dondokambey), Sekertaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen bersama Walikota Manado, Vicky Lumentut berserta Wawali, Mor Bastian, dan Kepala Dinsos Sulut, Grace Punuh, yang sekaligus pada kesempatan itu langsung menyerahkan bantuan sosial (Bansos) kepada para warga.

Gubernur dalam sambutannya berterima kasih kepada Mensos (Khofifah,red) atas kunjungan dan pemberian paket Bansos tersebut, dimana maksud kunjungan Mensos dan rombongan tersebut juga merupakan tugas dan bagian tanggung jawab dari pemerintah (Pusat, Provinsi dan Pemkot,red).

"Saya menyampaikan dan menyiapkan tempat karena sudah tugas pemerintah dalam melayani masyarakat. Lahan disini luasnya 200 hektar, kalau masih ada lagi sanak saudara yang rumahnya terletak diwilayah rawan bencana banjir dan ingin pindah ke sini kami persilahkan, nantinya melakukan koordinasi dengan pememerintah kota, yang nantinya juga akan ada hibah," terang Gubernur dihadapan ratusan warga yang hadir saat itu.

Disebutkannya bahwa daerah pemukiman warga (pemukiman Ex korban banjir) tersebut bagi dirinya lokasi itu pula disebut sebagai 'Kota Baru' karena nantinya akan ada ribuan rumah yang akan dibangun diatas lahan 200 hektar tersebut.

"Kami akan membuat 'Kota Baru' untuk masyarakat yang ada di daerah-daerah rawan banjir. Kami provinsi siap membantu nanti kalau ada sanak keluarga yang ingin pindah beritahukan kepada pak Walikota nanti akan dilaporkan kepada saya," kata Olly.
Sementara itu, Mensos Khofifah mengungkapkan bahwa dirinya telah membayangkan dengan terbukanya semua akses potensi yang ada di Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken itu akan sangat luar biasa.

"Bayangan saya seperti itu dijadikan Kelurahan. Kalau pak Gubernur menyebut nama 'Kota Baru', kalau saya ini akan jadi 'Kota Mandiri Kota Bunaken'. Karena nanti orang-orang kota akan temu sapa disini, dengan keadaan lokasi yang mendukung suasanya terutama udara oksigennya yang masih asli," kata Khofifah.

Menurutnya hal ini 'Kota Mandiri Pandu Bunaken' luar biasa, oleh Bapak Gubernur telah memberikan lahan 200 hektar, saya saja yang kemarin sudah pergi ke Sinabung (bencana eurupsi gunung,red) dan di Pouwerejo juga tidak mendapati ada lahan seperti ini (Pandu,red) dengan Gubernurnya yang memberikan lahan dan Pemkot Manado dan BNPB yang membangun (rumah,red).

Sebelumnya, dalam sambutan pembuka Walikota Manado, Vicky Lumentut mengungkapkan rasa terima kasih kepada Mensos RI (Khofifah,red) dan Gubernur dan para rombongan yang sudah mengunjungi langsung para warga yang ada dilahan tersebut yang sekarang sudah sebagai tempat tinggal para Ex korban banjir.

"Nantinnya akan dibangun sebanyak 2054 rumah yang direlokasi, yang pada tahap I sudah sebanayak 1000 rumah yang sementara dibangun. Dan satu hal penting bahwa yang mengerjakan pembangunan rumah itu bukan Pemerintah Kota Manado, Provinsi, Pusat, namun yang mengerjakannya adalah masyarakat sendiri," terang Vicky.

Diterangkannya bahwa status lahan yang diberikan oleh Gubernur itu secara gratis dan oleh Pemkot Manado hanya memberikan menerbitkan sertifikasi lahan tersebut.

"Pemkot dan DPRD Manado sementara melakukan pembahasan untuk lokasi ini untuk menjadi Kelurahan sendiri sehingga akan ada pala (Kepala Lingkungan) yang baru juga," ujarnya, sembari menambahkan bahwa dari pihak BNPB juga telah menyiapkan fasilitas berupa jalan, air, listrik, serta akan ada diusahakan untuk angkutan sendiri,

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 04 Februari 2017 , ,

0 komentar for "Bahagia Bercampur Haru Para Warga Ex Korban Banjir di 'Kota Baru' Pandu"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional