Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

4 Warga Wori Dipolisikan, Kalesang: Apa yang Dicemarkan?

Des Kalesang (tengah) bersama pengurus LSM FPRI Sulut.

Minut, detiKawanua.com
- Ketua DPD LSM Forum Perjuangan Republik Indonesi (FPRI) Sulawesi Utara, Drs Des Kalensang SH angkat bicara terkait dengan adanya laporan kepolisian yang dilakukan Hukum Tua Desa Wori, Rommy Maramis kepada empat warga desa Wori yang dituduhkan telah mencemarkan nama baiknya terkait proyek tanggul pemecah ombak yang berada di desa Wori.

"Sebenarnya polisi harus mem-back up mereka, melindungi yang memberikan informasi bukan untuk diintimidasi, karena uang mereka uang negara untuk rakyat. Jadi periksa dulu itu proyek, periksa semua itu anggaran yang ada. Apabila tidak sesuai, ini batal demi hukum," tegas Kalensang saat ditemui detiKawanua.com.

"Hukum Tua Desa  Wori melaporkan empat orang warganya yang diduga mencemarkan nama baik. Pertanyaanya, apa yang dicemarkan? Jadi saya selaku ketua DPD FPRI tidak sependapat masyarakat itu dijadikan atau katakan saja nantinya jadi tersangka," tambah Kalensang, mantan kepala Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Sitaro ini.

Kalensang mengakui, memang sudah tugas polisi untuk menerima laporan. Tetapi ia sangat prihatin ketika melihat ada masyarakat yang dibuat proses hukum seperti itu. Dirinya meminta, agar pihak kepolisian untuk menyidik dulu kebenaran dalam proyek itu, sehingga nanti bisa dapat menetapkan sebagai tersangka kepada empat orang itu jika terbukti bersalah.

Diketahui sebelumnya, sebagian besar warga Desa Wori, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mulai mempertanyakan kualitas talud pemecah ombak dari Dana Desa (Dandes) tahap pertama tahun 2016 sebesar 250 juta, yang dibangun oleh Hukum Tua Desa Wori, Rommy Maramis.

Pasalnya, talud sepanjang kurang lebih 150 meter tersebut diduga tidak sesuai bestek, karena campurannya tidak sesuai, dan ketinggian talud tak mampu menahan ombak air pasang. Sehingga hal itu dipertanyakan oleh masyarakat.

"Kalau air pasang atau berombak, warga yang di pinggir talud kena dampak dari ombak," ungkap salah satu warga desa yang tidak mau disebutkan namanya.

(*/put)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 17 Februari 2017 , ,

0 komentar for "4 Warga Wori Dipolisikan, Kalesang: Apa yang Dicemarkan?"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional