Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

1 Tahun Kinerja Kepemimpinan OD-SK, Inilah Laporan Pertanggungjawaban Kepada Rakyat



Menuju SULUT HEBAT Bersama ODSK

Manado, detiKawanua.com - Setahun sudah berlalu sejak dikukuhkannya Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw (OD-SK) sebagai Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur Sulut Periode 2016-2021, oleh Presiden Republik Indonesia Ir Joko Wododo pada tanggal 12 Februari 2016 di Istana Negara Jakarta. Mengemban amanah rakyat untuk menahkodai Sulawesi Utara (Sulut) 5 tahun berselang, berjuang dalam pengabdian dengan ketulusan dan keikhlasan, demi mempersembahkan kinerja terbaik kepada Rakyat Sulawesi Utara tercinta dari Miangas hingga Pinogaluman, melalui Visi dan Misi dalam ringkasan kinerja yang terpapar melalui laporan sebagai berikut:

VISI SULAWESI UTARA 2016-2021
Terwujudnya Sulawesi Utara yang Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.

MISI SULAWESI UTARA 2016-2021
1. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya kemaritiman, serta mendorong sektor industri dan jasa;
2. Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing;
3. Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing;
4. Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri;
5. Memantapkan pembangunan insfrastuktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan;
6. Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur;
7. Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

(sambungan)


BIDANG LINGKUNGAN HIDUP:
Penanaman pohon di sejumlah titik mata air sampai dengan tahun 2016 pada 112 lokasi mata air yang tersebar di 15 kabupaten/kota; Pelaksanaan Bersih-Bersih Sungai, danau dan Pantai oleh Pemerintah bersama dengan TNI/POLRI dan berbagai elemen masyarakat; Penyediaan 10 unit perahu pengangkut eceng gondok, pembinaan AMDAL dan pemeriksaan UKL-UPL dan SPPL di kabupaten/kota.

BIDANG KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA:
1.Pemberian penghargaan kepada Atlit Berprestasi pada Olimpiade Rio De Janeiro – Brazil an. Lilyana Natsir berupa 1 (satu) unit Rumah dengan nilai Rp. 400 juta;
2.Menyelenggarakan kompetisi paralayang Trip of Indonesia seri-2;
3.Menyelenggarakan kejuaraan daerah (kejurda berkuda, kejurda bulutangkis, kejurda catur, kejurda bridge, kejurda tinju dan kejurda Inkado);
4.Keikutsertaan atlit Penyandang Cacat (paralimpian) pada Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV tahun 2016 di Jawa Barat, dimana Kontingen Sulawesi Utara berhasil meraih 6 (enam) medali emas, 7 (tujuh) medali perak dan 7 (tujuh) medali perunggu dari cabang Atletik, Renang, Angkat Berat, Catur, dan Tenis Meja;
5.Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) tahun 2016 di Jayapura Papua meraih peringkat 2 dari 8 provinsi di wilayah Indonesia Timur dan berhasil meraih 5 (lima) medali emas dan 7 (tujuh) medali perak dari cabang Pencak Silat, Volly, Basket dan Bulutangkis.

BIDANG PENANAMAN MODAL DAN INVESTASI:
Dari target realisasi investasi yang ditetapkan untuk tahun 2016, yakni sebesar Rp.2 triliun, berhasil dicapai sebesar Rp.9,6 triliun atau mencapai 467,71%, yang terdiri dari PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar Rp.9 triliun dengan 145 Perusahaan dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebesar Rp.599 miliyar dengan 67 Perusahaan.

BIDANG KETENAGAKERJAAN:
Kegiatan pameran bursa kerja (Job Fair) tahap pertama tahun 2016, yaitu jumlah perusahaan yang berpartisipasi 48 perusahaan, jumlah lowongan kerja 2588 lowongan dan jumlah pencari kerja yang mendaftar 1896 orang;
Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta kursus keterampilan kerja melalui balai latihan kerja sebanyak 936 orang; Jumlah Perusahaan yang Aktif mengikuti Program BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 5.461 perusahaan serta Jumlah Tenaga Kerja Aktifnya sebanyak 114.476 pekerja.
Penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Tahun 2016 terhadap Provinsi Sulawesi Utara yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan kategori IPK Terbaik pada Indikator Pengupahan dan Kesejahteraan Pekerja se-Indonesia.

BIDANG URUSAN KETAHANAN PANGAN:
Ketersediaan beras poroduksi lokal sebanyak 379.797 ton, jumlah yang dikonsumsi sebesar 330.715 ton dengan jumlah penduduk sebanyak 2.436.921 jiwa, sehingga Sulawesi Utara untuk tahun 2016, terdapat surplus beras sebesar +49.082 ton.
Penyaluran pangan (beras) di Kabupaten Bolaang Mongondow pasca bencana alam (banjir) sebesar 8 ton. Total stok cadangan pangan pemerintah tahun 2016 sebanyak 113.425 ton yang dititipkan di BULOG.



BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN:
1.Fasilitasi Penanganan Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 131 kasus di tahun 2016 dan 4 kasus pada bulan Januari 2017;
2.Pelaksanaan perlindungan anak yang holistic dan integrative di Provinsi Sulawesi Utara melalui:
-Pembentukan perlindungan anak berbasis dasa wisma, lembaga keagamaan dan sekolah di Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara dengan cakupan kelompok dasa wisma (60 kelompok), lembaga agama 50 kelompok, sekolah 20 kelompok (SMU-SMA-SMK-MA);
-Pembentukan sistim pelayanan satu pintu untuk penanganan anak korban kekerasan di P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak) Provinsi;
-Tersusunnya Peraturan Gubernur No. 28 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak yang Holistik dan Integratif;
-Kampanye stop kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Deklarasi Stop Kekerasan kepada anak dan Perempuan, Launching Kelompok Peduli Sahabat Anak di Sekolah-Sekolah serta Launching Provinsi Layak Anak menuju Sulawesi Utara Menuju Provinsi Layak Anak dan Advokasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

BIDANG KESATUAN BANGSA DAN POLITIK:
Memfasilitasi pembebasan Warga Sulut yang disandra oleh kelompok teroris abu sayaf di Philipin melalui Kementerian Luar Negeri. Mendapatkan rangking ke-4 Wilayah Indonesia Timur dan rangking ke 7 Nasional untuk evaluasi untuk periode B04 bagi pelaksanaan Rencana Aksi Penanganan Konflik Sosial tahun 2016.
Penghargaan rangking dua nasional untuk Peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama.

BIDANG ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL:
Peresmian PLTP Lahendong unit 5 dan unit 6 oleh Presiden RI pada tanggal 27 Desember 2016, telah memberi kontribusi positif terhadap kondisi ketenagalistrikan yang meningkat dari 449mw menjadi 492mw, dengan daya mampu 387,1mw, dan beban puncak 340mw, hal ini berarti terjadi surplus sebesar 47,1mw.

Ratio eletrivikasi (RE) perbandingan rumah tangga berlistrik dengan jumlah rumah tangga juga mengalami peningkatan yakni dari 88,18% pada tahun 2015 menjadi 90,79% di tahun 2016. Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (solar home system) sebanyak 417 unit yang tersebar di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebanyak 116 unit (satu desa), Kabupaten Kepulauan Sangihe sebanyak 82 unit (lima desa), dan Kabupaten Kepulauan Sitaro sebanyak 219 unit (tiga desa).



BIDANG PEMERINTAHAN DAN OTONOMI DAERAH:
Membangun hubungan kemitraaan yang harmonis antara pemerintah/ekseskutif dengan legislative sesuai perundang-undangan. Menerbitkan produk hukum berupa: 8 Peraturan Daerah, 2 Peraturan DPRD, 93 Peraturan Gubernur, 420 Keputusan Gubernur dan 123 Keputusan Gubernur Tentang Evaluasi Ranperda Kab/Kota, juga 27 Produk MoU/Perjanjian Kerja Sama. Penyelesaian 31 perkara melalui badan peradilan dan 13 perkara diluar badan peradilan, serta Memperluas pelayanan kepada masyarakat dengan membentuk jaringan dokumentasi dan informasi hukum berbentuk website, sehingga Sulawesi Utara meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam pembinaan Hak Asasi Manusia dengan jumlah 12 Kabupaten/Kota Peduli HAM.

Pada 27 Desember 2016, sejarah baru tercipta di Bumi Nyiur Melambai, karena untuk pertama kalinya Ibadah Perayaan Natal Nasional diselenggarakan di Provinsi Sulawesi Utara tepatnya di Wale Ne Tou Tondano Kabupaten Minahasa, bahkan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Meresmikan rumah-rumah ibadah di semua wilayah Sulawesi Utara. Memekarkan empat kecamatan baru, masing-masing dua kecamatan baru di Kabupaten Bolang Mongondow Timur dan dua di Kab. Bolaang Mongondow Selatan.

Di samping itu, pemerintah provinsi berhasil mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus terhadap wilayah perbatasan, pulau-pulau kecil dan terluar diantaranya melalui upaya memperkenalkan 11 Pulau terluar di Provinsi Sulawesi Utara dalam Expo 11 Pulau terluar, serta melaksanakan koordinasi pendataan warga lintas Negara (Undocumented Citizen) Indonesia-Philipina. Serta mendorong proses penyelesaian segmen batas untuk penerbitan Permendagri, diantaranya:

Segmen batas di Sulawesi Utara yang sudah terselesaikan untuk proses Permendagri yaitu:
-Batas Kota Manado dengan Kab. Minahasa Utara;
-Batas Kab. Minahasa dengan Kab. Minahasa Selatan;
-Batas Kab. Bolaang Mongondow Timur dengan Kab. Minahasa Selatan;
-Batas Kab. Bolaang Mongondow dengan Kota Kotamobagu;
-Kota Tomohon dengan Kab. Minahasa.
Pengamanan dan Penertiban Aset Tanah :
-Pengukuran kembali dalam rangka pengembalian batas tanah di paniki bawah manado, lokasi dibagian belakang Lapangan Golf PT. Wenang Permai Sentosa;
-Pengurusan sertifikat tanah Lokasi Tanah Tasik Oki Objek Wisata telah selesai;
-Pengurusan sertifikat tanah Lokasi Paleloan Tondano (ex fesbudaton) telah selesai, menunggu penerbitan sertifikat di BPN.



BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA:
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara Tahun 2016 sebesar 70,39, atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2015 yang berada pada angka 69,96;
Implementasi penyaluran dana desa di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2016 dengan total anggaran Rp.911 milyar untuk dialokasikan kepada 1.505 desa penerima di 12 kab/kota dengan realisasi sebesar Rp.909 milyar atau 99,74%, yang digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana dasar di desa, seperti pembuatan jalan desa, irigasi, drainase, serta pemberdayaan masyarakat di desa.

PENANGGULANGAN BENCANA:
Penyiapan lahan untuk pembangunan rumah bagi korban bencana di kelurahan Pandu sebesar Rp.2 miliyar, yang diperuntukan: Pematangan Lahan untuk hunian 1.000 rumah; Pembuatan Jalan Induk; Pembuatan Jalan Hunian; Pembuatan Gorong-gorong; Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Kab/Kota sebesar Rp.1 miliyar yang bersumber dari Dana Hibah BNPB; Bantuan untuk korban bencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe sebesar Rp.500 juta yang bersumber dari Dana Tidak Terduga serta bantuan logistik dan peralatan untuk penanggulangan bencana;
Kepala BNPB Willem Rampangiley dan Walikota GSVL dan Wawali Mor saat peresmian di jembatan Maesa usai menerima bantuan peralatan penanganan bencana dari pemerintah pusat waktu lalu
Menyerahkan bantuan kendaraan operasional penanggulangan bencana kepada pemerintah kab/kota berbentuk mobil truk, motor resque, mobil dapur umum lapangan dan mobil reque tactical unit (RTU). Pelaksanaan Bulan Pengurangan Risiko Nasional, Asean Ministerial Meeting on Disaster Management, Asean Committee on Disaster Management pada tanggal 11 – 14 Oktober 2016, yang dihadiri oleh Perwakilan Departemen Penanggulangan Bencana se-Asean, BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.



BIDANG PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN:
Penambahan Wira Usaha Baru (IKM Pangan dan Kerajinan) sebesar 120 WUB dengan perkiraan menyerapan tenaga kerja sebesar 360 orang dan nilai investasi sebesar Rp.3 miliyar, serta menciptakan Sentra IKM baru di 46 lokasi; Kinerja ekspor semakin membaik dengan capaian US$ 1021.24 milyar. Dengan komoditi utama minyak kelapa kasar, minya ksawit, minyak goring sawit, minyak goring kelapa dan ikan kaleng, dengan negara tujuan Amerika Serikat, Singapura, Tiongkok, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Philipina, Jerman, dan India;

Mendorong bertumbuhnya industry kerajinan daerah melalui pembinaan yang diprakarsai oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Utara sehingga mendapatkan penghargaan dalam kategori Keunggulan Promosi Regional (Dekranas Award) dari Dewan Kerajinan Nasional;
Meraih rangking II di Tingkat Nasional dalam mempromosikan hasil produk industry pangan yang diselenggarakan oleh Kementerian Persagangan RI yang dilaksanakan di Provinsi Jambi.

BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN:
-Produksi Perikanan tahun 2016 dari kegiatan penangkapan dan budidaya mencapai 774.900,76 ton. Dari total produksi tersebut Perikanan Tangkap menyumbang 290.399,87 ton (37,47%) dan budidaya menyumbang 484.500,89 ton (62,52%) bagi produksi perikanan tahun 2016. Jika dibandingkan tahun 2015 yang tercatat sebesar 758.917,41 ton, maka mengalami kenaikan sebesar 2,11%.
-Pada tahun 2016 NTN bergerak pada kisaran terendah 99,38% di bulan juli dan naik terus sampai bulan desember 106,86% dibanding dengan tahun sebelumnya NTN pada bulan desember 103,27%, maka terjadi kenaikan Indeks NTN.

BIDANG PERTANIAN DAN PETERNAKAN:
-Komoditas Tanaman Pangan, produksi padi meningkat sebesar 0,21%, dari 674.169 Ton di tahun 2015 menjadi 675.555 Ton di tahun 2016. Produksi jagung meningkat sebesar 87,33% dari 300.490 Ton tahun 2015 menjadi 562.931 Ton di tahun 2016 serta kedelai meningkat 163,99% dari 6.685 Ton tahun 2015 menjadi 17.648 Ton tahun 2016;
-Komoditas Holtikultura, produksi cabe meningkat sebesar 114,13% dari 140.300 Ton di tahun 2015 menjadi 300.437 Ton di tahun 2016. Produksi Bawang Merah meningkat sebesar 23,57% dari 17.155 Ton tahun 2015 menjadi 21.200 Ton di tahun 2016;
-Komoditi Peternakan Produksi daging babi meningkat sebesar 4,46 % dari 21.492 Ton di tahun 2015 menjadi 22.452 Ton di tahun 2016. Ayam buras meningkat sebesar 3,04% dari 2.560 Ton di tahun 2015 menjadi 2.639 Ton di tahun 2016.



BIDANG PERKEBUNAN:
Fasilitasi sarana produksi pupuk NPK (500 Ton) untuk meningkatkan produktifitas tanaman perkebunan, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT);
Perluasan areal perkebunan di 3 kabupaten (Minahasa, Minsel dan Mitra);
Penyaluran bantuan UPH minyak kelapa skala keluarga, 10 unit (80%) di Kab. Minut, Kab. Bolmong, Kab. Minsel; UPH Kopra 10 unit (100%) di Kota Bitung, Kab. Minut, Kab. Minahasa, Kab. Mitra, Kab. Minsel; UPH gula semut 12 unit (50%) di Kab. Minsel, Kota Kotamobagu, Kota Tomohon; UPH pengering pala 2 unit (100%) di Kab. Minut.

Melakukan pencanangan gerakan Perkebunan Idola Untuk Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (PRIMA OD-SK) di minahasa dengan target revitalisasi 5 juta bibit cengkeh.

BIDANG KEHUTANAN:
Pengadaan bibit untuk untuk peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan di 9 Kab/Kota sebanyak 208.000 bibit. Perubahan fungsi sebagain Cagar Alam Gunung Ambang menjadi Taman Wisata Alam (TWA), Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Usulan ± 3.379,97 Ha untuk pembangunan aksebiltas jalan Desa Tuduaog, Desa Kolingangaan, Pembagunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Mopuya, aksesbilitas jalan Desa Sinsingon–Desa Manumbo, dan Pembangkit Listrik Pertamina Geothermal Energi (PGE) dan kebun Hotikultura di Kab. Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Timur. Realisasi sesuai rekomendasi dari Tim Terpadu seluas 3.232,73 Ha.

Juara III Tingkat Nasional Lomba Penanaman dan Pemeliharaan Pohon Kategori Gubernur yang diserahkan oleh Presiden RI di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur tanggal 28 November 2016 berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor. PI.69.MENLHK/PDASHL/DAS.1/XI/2016 tanggal 28 November 2016.
Pembangunan Taman Hutan Raya (TAHURA) H.V. Worang sebagai destinasi wisata alam dan sarana olahraga paralayang tingkat dunia.



BIDANG PERPUSTAKAAN:
Jumlah Kunjuangan masyarakat/pemustaka di Perpustakaan Provinsi tahun 2016 naik sebesar 1,09% dari 5.000 pengunjung di tahun 2015 menjadi 5.863 pengunjung pada akhir tahun 2016. Peningkatan Layanan Perpustakaan Keliling tahun 2016 dengan target sebesar 1000 penggunjung dengan sasaran masyarakat yang tersebar di sudut Kota Manado terealisasi realisasi sebesar 1.215 pengunjung. Target penyediaan bahan pustaka tahun 2016 berupa Buku Ilmu Pengetahuan Umum berupa hibah dengan sasaran 6 Kabupaten, 70 perpustakaan desa/sekolah di Kabupaten Kep. Talaud, Kabupaten Kep. Sangihe, Kabupaten Kep. Sitaro, Kabupaten Bolomong Utara, Kabupaten Bolmong Selatan dan Kabupaten Minahasa Utara.

BIDANG KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA:
Pelaksanaan promosi pariwisata di luar daerah (Kemilau Sulawesi di Bandung (25-27 Maret 2016), Deep Extreme di Jakarta (31 Maret-3 April 2016), Kuliner Nusantara di Jakarta (14-16 April 2016), Gebyar Wisata Nusantara di Jakarta (26-29 Mei 2016), Launching Tomohon International Flower Festival (TIFF) di Jakarta (29 Mei 2016)) dan Asian Pacific Choir Games yanga diikuti oleh beberapa Negara;

Meningkatnya kunjungan dari mancanegara sebagai akibat dibukanya penerbangan langsung dari luar negeri menuju Manado, yang mencapai 48.288 orang wisatawan pada tahun 2016, atau melonjak drastis jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan mancanegara pada tahun 2015 yakni 27.059 orang wisatawan; Kunjungan wisnus tahun 2015 sebanyak 1.070.681 orang, meningkat menjadi 1.484.402 orang di tahun 2016; Pelatihan Kuliner dan pemberian bantuan di Kabupaten Minahasa Utara, dan pelatihan Souvenir serta pemberian bantuan peralatan di Kanonang Kab. Minahasa; Pelaksanaan Festival Bunaken yang merupakan entry point menuju Sulawesi utara sebagai destinasi destinasi pariwisata dunia.


BIDANG KEPEGAWAIAN DAN REFORMASI BIROKRASI:
Untuk pembinaan dan pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), dijabarkan sebagai berikut: Pelaksanaan Diklat Prajabatan CPNS Kategori 2 dan Umum di Lingkungan Pemprov. Sulut dan Pola Kemitraan dengan Kab/Kota se- Sulawesi Utara s/d Agustus 2016 sebanyak 10 kegiatan diklat, dengan total jumlah peserta 1.386 ASN; Pelaksanaan Diklat Teknis dan Fungsional sebanyak 4 kegiatan Diklat dengan jumlah peserta 141 ASN; Terjaringnya 26 Orang Praja hasil seleksi yang melaksanakan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dari total 537 peserta di tahun 2016; Pelaksanaan Assesment bagi Pejabat dan PNS Potensial untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II), jabatan administrator (Eselon III), dan jabatan Pengawas (Eselon IV) serta pelaksanaan seleksi terbuka untuk pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Madya (Sekretaris Daerah);
Provinsi Sulawesi Utara menjadi provinsi pertama di Indonesia dalam menyelesaikan Peraturan Daerah tentang Perangkat Daerah, yakni: Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, tanggal 7 September 2016.
Menerima penghargaan BKN Award untuk kategori BKD Inovatif Pemerintah Provinsi se- Indonesia.

Akhirnya, segala upaya melalui ide-pemikiran dan tenaga dengan kerja keras telah Kami kedepankan untuk membangun Provinsi Sulawesi Utara Tercinta di tahun pertama pengabdian ini, dan secara umum harus diakui telah memberi kemajuan dan keberhasilan. Namun sangat disadari juga masih dijumpai program dan kegiatan yang perlu ditingkatkan kinerjanya. Hal ini merupakan dinamika dalam setiap proses pembangunan, tetapi yang pasti setiap keberhasilan akan makin memotivasi Kita untuk terus berbuat dan berkarya bagi kemajuan daerah tercinta, dan setiap kegagalan dan kekurangberhasilan akan senantiasa menjadi pembelajaran yang berarti untuk perbaikan dan penyempurnaan di tahun-tahun mendatang. (ADVETORIAL/HUMAS SETDAPROV SULUT)

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 12 Februari 2017 ,

0 komentar for "1 Tahun Kinerja Kepemimpinan OD-SK, Inilah Laporan Pertanggungjawaban Kepada Rakyat"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional