Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Terkait Pemberitaan, Humas Tak Akan Intervensi Media

Suasana Konferensi Pers perdana di ruang kerja Kabag Humas.

Talaud, detiKawanua.com - Kepala Bagian Hubungan masyarakat (Humas) dan Protokoler Pemkab Talaud, Frets Latjandu SP mengatakan, dalam tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) yang berhubungan dengan pemberitaan pemerintah daerah, tak akan mengintervensi media baik yang kontrak maupun tidak. Karena, Pers memiliki Undang-undang Tentang Pers Nomor 40 Tahun 1999 maupun kode etik yang mengatur. 

Hal ini dikatakan Kabag Humas saat jumpa pers perdana dengan 11 orang wartawan atau jurnalis, baik media cetak maupun elektronik di ruang kerjanya, Selasa(10/01) kemarin. "Pers memiliki aturan sendiri atau undang-undang. Bekerjalah sesuai profesionalisme, independensi dan kode etik dalam menghasilkan karya jurnalistik," ujar Kabag Humas dan Protokoler.

Tambahnya, diharapkan ada komunikasi yang baik antara media yang dinilai merupakan mitra dengan pihaknya dalam memuat hasil liputan. "Konfirmasi berita itu penting sebelum memuat atau mempublisnya. Saya berharap ada kerja sama yang baik antara kita," kata Latjandu.

Hasil pertemuan dengan para awak media ini, kata Latjandu nantinya akan dibawa dan sampaikan kepada atasannya, dalam hal ini Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip SE.

Selain detiKawanua.com, wartawan media yang hadir di antaranya, Pemberian Manumbalang (Aspirasi Rakyat/media cetak), Josh Tumimbang (Media Sulut/Media Cetak), Andy Pusut (Kawanua Post/Media Cetak), Ferry Bahiu (Talaud Post/Media Cetak), William Tine (Visual/media cetak), Fandy Menaung(Marzuki Mangero/RRI),Ronald Ontorael(Identitas News/Online),Yan Bawiling (Indopost /Cetak), Alvi Sembel(Aspirasi News/Online) dan Marwan Pakaya (Manado Satu News/Online). 

(RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 11 Januari 2017 ,

0 komentar for "Terkait Pemberitaan, Humas Tak Akan Intervensi Media"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional