Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Selalu Datang Terlambat, Langingi Kecam Damkar Mitra

Langingi beserta Camat Ratahan dan Kaban BPBD saat berada di lokasi kebakaran (atas), Kondisi rumah yang rata tanah dilalap jago merah (tengah), dan foto penyerahan bantuan (bawah).

Mitra, detiKawanua.com - Nolly Langingi, salah satu personil Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), menyayangkan kinerja dari pihak pemadam kebakaran (Damkar) yang dinilai selalu terlambat.

"Bagaimana jika kebakaran terjadi di wilayah kecamatan Tombatu, sedangkan lokasi yang ada di pusat pemerintahan seperti ini saja tidak bisa diatasi dan nanti sampe rumah soh rata tanah baru datang tu damkar," kecamnya di lokasi kejadian.

Langingi bahkan berencana untuk mendesak rekan-rekan DPRD Mitra untuk melakukan hearing terhadap damkar Mitra, karena sudah beberap kali kejadian damkar Mitra selalu datang terlambat. "Saya akan mendesak komisi terkait dengan damkar untuk hearing, dan akan meminta Bupati James Sumendap untuk mengevaluasi penyebab seringnya damkar terlambat tiba di lokasi," tuturnya.

Kekecewaan Ketua Komisi C DPRD Mitra kali ini, didasari dari kebakaran yang terjadi di lingkungan 4 Kelurahan Wawali Pasan, Kecamatan Ratahan, tepatnya menimpa rumah panggung milik keluarga Pidode-Langingi, Senin (02/01), yang kuat dugaan diakibatkan oleh arus pendek yang mengakibatkan munculnya si jago merah.

Sementara sejumlah warga yang berhasil ditemui di lokasi kejadian, mengatakan, saat terjadi kebakaran sekitar pukul 10.30 WITA, warga sudah berusaha menghubungi damkar Mitra bahkan mencoba mendatangi kantor. Namun yang didapati kantor kosong melompong, bahkan damkar tidak berada di lokasi. "Torang so coba cari itu mobil pemadam bahkan menghubungi sejumlah petinggi di Mitra, baru sekitaran satu jam dan rumah sudah habis terbakar, baru damkar tiba," keluh warga, yang juga mengatakan, sudah berusaha memadamkan api secara manual tapi kekurangan air di rumah-rumah warga akibat tak berfungsi optimalnya air yang dikelola PDAM, sehingga menyulitkan usaha warga dalam melakukan pemadaman.

Warga bahkan kecewa mendengar informasi yang diterima, bahwa damkar tersebut digunakan untuk membawa air bersih di kediaman Bupati Mitra. "Kan ada kendaraan tangki milik Dinsos. Kenapa harus kendaraan yang seharusnya stand by jika ada kejadian seperti ini, yang mengangkut air bersih," ungkap warga yang tak mau namanya dipublikasi.

Sementara itu, Kasatpol PP Mitra Jani Rolos, yang sejak diterapkannya OPD baru otomatis membidangi Damkar, mengatakan, pihaknya beserta Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) sudah berupaya semaksimal melakukan pemadaman dan mengamankan sekitaran TKP. "Saat ini sementara masa transisi pengalihan bidang yang sebelumnya ditangani BPBD Mitra untuk damkar, tapi kami langsung berupaya semaksimal mungkin," terang Rolos didampingi Kaban BPBD Ferry Uway di lokasi kebakaran.

Di kesempatan tersebut, pihak BPBD Mitra juga langsung menyerahkan bantuan family kid bagi korban kebakaran yang diserahkan langsung oleh kaban BPBD Ferry Uway. "Kerugian keluarga ditaksir mencapai 250 juta, dikarenakan tak satupun yang mampu diselamakan dari kebakaran yang terjadi," ujar Uway.

Ona Langingi, pemilik rumah, mengatakan, saat kejadian dirinya beserta anak-anak sedang beribadah di rumah gereja sehingga tak mampu untuk menyelamatkan satupun barang yang ada. "Ijasah anak-anak serta surat-surat semuanya hangus terbakar, tak satupun mampu diselamatkan," ungkap ibu dua anak yang masih terlihat syok.

(Indri)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 02 Januari 2017 ,

0 komentar for "Selalu Datang Terlambat, Langingi Kecam Damkar Mitra"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional