Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Emping Melinjo Jadi Produk Unggulan dari Desa Nunu, Wote : Kendalanya Pemasaran

Kepala Desa Nunu Saul Wote SH.

Talaud, detiKawanua.com - Perkembangan Industri Kecil Menengah di Kabupaten Kepulauan Talaud butuh tenaga extra dari Pemerintah dan masyarakatnya sendiri dalam rangka untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dalam bidang perekonomian. Gagasan dari Pemerintahan Jokowi - JK dalam program Nawacita, sangat diimpikan oleh masyarakat tapal batas NKRI khususnya Kabupaten Kepulauan Talaud. 

Dalam menciptkan kemandirian dalam ekonomi, Kabupaten Kepulauan Talaud mulai memperluas dunia Usaha Kecil Menengah di sektor pertanian. Desa Nunu contohnya, sejak masih tergabung dalam Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud telah berupaya mengembangkan Industri Emping yang dimulai dengan alat seadanya saja. Produksi dari Emping yang berasal dari buah Melinjo ini dikembangkan hingga saat ini sampai di jual ke Kabupaten/ Kota lainnya.

Ditemui Kepala Desa Nunu Saul Wote SH mengatakan     saya telah membuat BumDes (Badan Usaha Milik Desa) dengan Banteng Muda yang bergerak di Bidang Pertanian dan produk yang dihasilkan adalah Emping. Enam Kelompok dari tiga dusun telah dibuat dan pembentukannya menggunakan anggaran dari danDes yang peruntukannya untuk mengkoordinir Produksi Rumah Tangga ini.

"Sekarang warga sudah memiliki tiga sanggar yang sipusatkan sebagai tempat untuk pengolahan hasil bumi dari buah Melinjo ini," tanggap Wote.

Wote menambahkan Kedepan pemberdayaan akan dianggarkan 20 Juta/ Sanggar dan penyalurannya dalam bentuk fasilitas atau alat. Semoga senhan adanya program ini dapay lebih memacu semangat dari warga dan tentunya ekonomi masyarakat mengalami peningkatan. 

"Kendalanya memang dari hasil buah sendiri hanya bisa didapatkan per tiga bulan. Berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dapat membantu dalam hal pemasaran karena kami hanya mampu sampai memproduksi emping yang diperkirakan  15 Ton/3 Bulan tapi lagi - lagi semua tergantung dari buah. Kendala lain juga hasil produksi belum bisa dikemas secara baik sehingga tidak terlalu dikenal makanya sangat membutuhkan mesin untuk kemasan. Tapi upaya yang sudah saya lakukan berharap saja masyarakat dapat meningkatkan perekoniman khususnya di Desa Nunu. Perlu diketahui, Industri ini dapat dibuktikan mampu bertahan lebih hebat dari Batu Akik," tegas Wote.

Tidak kalah menarik juga Kepala Desa Nunu ini akan menganggarkan dari danDes 15 Unit Katinting untuk membantu para Nelayan yang ada di Desa tersebut. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 16 Januari 2017 , ,

0 komentar for "Emping Melinjo Jadi Produk Unggulan dari Desa Nunu, Wote : Kendalanya Pemasaran"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional