Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Pro-Kontra Aksi Bela Islam, LPK Khaira Ummah Memilih 'Netral'

Sahrir Albar Bafagih, Ketua Umum LPK Khaira Ummah Sulawesi Utara.

Manado, detiKawanua.com
- Di tengah maraknya pro dan kontra terkait aksi damai persoalan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau biasa disapa Ahok, yang diduga melakukan penistaan agama terkait Surat Al-Maidah 5I,  Lembaga Pemberdayaan Keumatan (LPK) Khaira Ummah Sulawesi Utara (Sulut) memposisikan diri tidak mendukung ormas  yang melakukan aksi maupun ormas yang anti terhadap aksi tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum LPK-Khaira Ummah, Sahrir Albar Bafagih, yang menilai aksi yang dilakukan oleh aliansi ormas Islam yang mengatasnamakan 'Aksi Bela Islam' yang menuntut Ahok harus dipidanakan dan massa  aksi tandingan yang  menuntut Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan, menurutnya akan menimbulkan konflik horisontal di masyarakat.

"LPK Khaira Ummah memposisikan diri tidak mendukung aksi apapun, baik itu dukungan aksi terhadap aliansi ormas Islam yang dipelopori oleh FPI yang menuntut Ahok harus dipidanakan, maupun aksi yang menuntut FPI dibubarkan karena dinilai terlalu radikal yang merusak bangsa Indonesia. Kalau seandainya massa ini berhadap-hadapan, dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan dan konflik yang tidak bisa dihindari di masyarakat," ujar Sahrir, Kamis (01/12).

Mantan Sekretaris Wilayah Ansor Sulut ini, menegaskan, pemerintah pusat dan daerah sekaligus pihak instansi yang berwenang, harus mengambil sikap tegas dan netral dalam merespon cepat persoalan yang terjadi untuk meminimalisir konfilk.

"Pemerintah harus tegas dan netral. Ini bukan sekedar permasalahan yang terjadi di DKI Jakarta, tetapi efeknya sampai pada provinsi lain yang ada di Indonesia. Contohnya di Sulawesi Utara, masyarakat turun ke jalan dengan mengatasnamakan 'Aksi Bela NKRI' dan 'Aliansi Minahasa Bergerak' yang menuntut FPI dibubarkan," tegas Sahrir.

Sahrir, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum PMII Cabang Manado, mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Indonesia, khususnya warga Sulut, agar menciptakan suasana aman dan tidak mudah terprovokasi terkait Isu SARA yang nantinya akan merusak kerukunan antar umat beragama.

"Sebagai bangsa yang plural, mari kita saling menciptakan suasana aman dan menghindari persoalan isu SARA yang menimbulkan fitnah di mana-mana. Khusus untuk Sulawesi Utara yang kita kenal dengan semboyan 'Torang Samua Basudara', agar selalu menjaga kerukunan. Saya yakin semboyan ini sudah tertanam di hati dan pikiran kita sebagai warga Nyiur Melambai," tandasnya.

(Enda)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 01 Desember 2016 , ,

0 komentar for "Pro-Kontra Aksi Bela Islam, LPK Khaira Ummah Memilih 'Netral'"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional