Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Gubernur Suport Peningkatan Kesehatan Untuk Masyarakat Sulut Melalui BPJS

Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Dirut BPJS, Fahmi Idris dan Kepala BPJS Regional X, I Made Puja Yasa menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Intregritas Jamkesda ke JKN-KIS se-Provinsi Sulawesi Utara oleh para Bupati Walikota.

Manado, detiKawanua.com - Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) selalu mendorong pemerintah di Kabupaten Kota, melalui para Bupati Walikota untuk meningkatkan hal-hal untuk membuat kemajuan pembangunan daerah serta memberikan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakatnya yang salah satunya di bidang kesehatan. Himbauan itupun oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengatakan mensuport peningkatan kesehatan masyarakat di Sulut melalui program-program seperti halnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang sangat berguna untuk masyarakat.

"Dengan adanya penandatanganan perjanjian kerjasama intregritas Jamkesda ke JKN dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan para Bupati Walikota, diharapkan peningkatan masyarakat untuk BPJS bisa 100 persen. Dimana sekarang ini dari data yang ada baru 70 persen, mudah-mudahan tahun depan (2017) sudah akan ada peningkatan lagi," terang Gubernur sembari menambahkan, kiranya pihak BPJS bisa membangun komunikasi yang baik dengan para pemerintah daerah (Kabupaten Kota,red), saat diwawancarai wartawan di lobi kantor Gubernur, Jumat (23/12) sore tadi.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut, Jemmy Lampus dalam memberikan kata pengantar dalam kegiatan 'Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Intregritas Jamkesda ke JKN-KIS se-Provinsi Sulawesi Utara' yang digelar BPJS Regional X Wilayah Sulut, Sulteng Gorontalo dan Maluku, bertempat di Aula CJ Rantung Kantor Gubernur mengatakan pemerintah tetap melakukan upaya-upaya dalam pengembangan kesehatan.

"Dijajaran kesehatan terus berbenah diri untuk melakukan pelayanan yang lebih baik, seperti halnya dengan upaya akreditask Puskesmas agar masyarakat akan lebih mendapatkan pelayan kesehatan yang prima. Dengan tujuan penandatanganan ini untuk mempercepat universal coverage," terang Lampus.
Sementara itu Ditektur BPJS, Fahmi Idris mengungkapkan rasa syukur atas perhatian respon penuh dari pemerintahan provinsi dan Kabupaten Kota di Sulut atas kegiatan yang diselenggarakan oleh BPJS.

"Kita berharap bersama untuk kiranya para masyarakat keseluruhan di Indonesia khususnya di Provinsi Sulut sudah bisa merasakan jaminan kesehatan dengan pelayanan yang baik sehingga kesehatan para masyarakat menjadi penting untuk menjadi perhatian bersama sebagaimana program dari pak Presiden dalam peningkatan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia," ungkap Idris.

Adapun pada kesempatan itu juga dalam sambutan Kepala Regional X Wi, I Made Puja Yasa mengatakan, perkembangan JKN di Sulut sampai dengan tanggal 16 Desember berjumlah 1.722.446 dengan komposisi 48 persen penerima bantuan APBN,10 persen Jamkesmas, 17 pengguna mandiri, 7 persen badan usaha serta PNS 12 persen.

"Jumlah masyarakat di Sulut 2.386 jiwa, dan kami bersyukur untuk JKN di wilayah regional X diangka 82 persen diatas rata-rata angka nasional yang hanya78 persen. Adapun untuk kerjasama rumah sakit (RS) di Sulut, dari 42 RS baru 36 RS yang kerja sama sedangkan 6 RS belum karena masih terkait administrasi dan izin operasional. Mudah-mudahan bisa ada komitmen dari RS yang belum untuk mempercepat pengurusannya agar segera medapatkan fasilitas dari JKN untuk peningkatan kesehatan masyarakat," terang Puja Yasa.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Bupati Walikota serta yang mewakili, beserta para Kepala Dinas Kesehatan dari Kabupaten Kota dan jajaran pegawai BPJS di Sulut.

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 23 Desember 2016 , , ,

0 komentar for "Gubernur Suport Peningkatan Kesehatan Untuk Masyarakat Sulut Melalui BPJS"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional