Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Dampingi Menteri Perdagangan, Gubernur Dondokambey dan Bupati Sajow TInjau Lokasi Kunjungan Presiden

(dari kiri ke kanan) Buapti Minahasa, Menteri Perdagangan, dan Gubernur Sulut saat meninjau Gedung Wale Ne Tou Minahasa di Tondano, lokasi Perayaan Natal Nasional 2016. /Ist

Minahasa, detiKawanua.com
- Setelah mengunjungi PLTP Tompaso, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Minahasa dengan mengunjungi Benteng Moraya dan Gedung Wale Ne Tou Tondano, Minggu (18/12).

Gedung Wale Ne Tou Tondano adalah lokasi pelaksanaan Natal Nasional, sedangkan Benteng Moraya adalah salah satu tempat wisata budaya yang akan diusulkan untuk diresmikan oleh Presiden Jokowi sebelum menghadiri Natal Nasional. "Soal kesiapan, saya kira sudah bagus tinggal difinishing saja," ujar Lukita. 

Sementara itu terkait Benteng Moraya, Lukita mengaku kagum terutama dengan ditemukannya waruga (kuburan tua) dilokasi Benteng Moraya. "Benteng Moraya ini adalah tempat yang punya nilai sejarah. Saya berharap ini bisa dilestarikan dalam upaya menarik kunjungan wisata," imbuhnya.

"Kami nanti akan usulkan ke Presiden, agar Benteng Moraya ini juga bisa diresmikan secara on the spot oleh Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Diketahui, kunjungan Lukita ke Minahasa, untuk meninjau kesiapan Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa dalam menggelar Natal Nasional yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi pada tanggal 27 Desember 2016 mendatang.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Bupati Minahasa Jantje Woiwiling Sajow, Sekprov Sulut Edwin Silangen dan Sekda Minahasa Jeffry Korengkeng turut mendampingi Lukita saat menyambangi Minahasa hari ini.

(*/Sandy)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 19 Desember 2016 , ,

0 komentar for "Dampingi Menteri Perdagangan, Gubernur Dondokambey dan Bupati Sajow TInjau Lokasi Kunjungan Presiden"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional