Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

(Syair) KEMBANG UNTUK JON


Oleh: Arfin Tompodung (Jurnalis Koran Harian Media Sulut)

Hey Jon,
Pantas saja, tidak kulihat dirimu lagi
Rasanya lama
Mungkin sebulan lebih
Biasanya kau duduk di sebelah jalan itu
Mukamu kusut Jon
Pandanganmu terlihat hampa
Bak ribuan pikiran mengusikmu
Kau tak lagi peduli akan penampilan
Bajumu sobek nan berdebu
Topi itu ciri khasmu
Penghalang panas terik
Atau menutupi rambutmu
Yang enggan lagi terpikir untuk disisir

Hey Jon,
Kau tak mengenalku
Tapi aku mengetahuimu
Mungkin kau ingat mukaku saja
Aku hanya pelintas jalan
Yang tiba-tiba saja memperhatikanmu
Cuma bisa melihatmu dari seberang sana
Dan tidak berbuat apa-apa
Kau tau Jon
Nuraniku terganggu
Namunku berdiam
Tak berkutik
Sampai kau terus jadi mimpi burukku

Hey Jon,
Di bawah pohon itu masih membekas bayangmu
Saat lambaian tanganmu bergerak menyapa setiap truck
Menawarkan pecahan batu milikmu
Sehari kau duduk menunggu
Belum tentu ada yang mau
Jika laku, pasti dibeli begitu rendah
Tak sebanding keringatmu Jon

Hey Jon,
Kenapa kau tolak sumbangan waktu itu?
Harusnya kau ingat penyakit kuningmu
Yang sekali kambuh tanah melayang
Bagaimana juga dengan sekolah anakmu?
Istrimu menjerit di dapur Jon
…..Hmmm… aku tahu pikiranmu
Harga diri lebih besar ketimbang materi kan?
Kau tak mau jadi permainan pemilik uang?
Memang selayaknya begitu
Orang hidup dari pekerjaannya
Tak salah ku sebut kau ‘conqueror stone’
Hatimu lebih tegar dibanding teman mainmu

Hey Jon,
Hari ini aku sedih
Karena baru tahu kabarnya
Kemarin 40 harimu baru saja lewat
Kesalahanku tak pernah berbincang denganmu
Apa mau dikata
Kau tinggal memory
Tapi, siapa ingin mengingatmu
Siapa dirimu di mata mereka
Tidak ada yang mau melihat citramu Jon
Maklum, mereka sedang sibuk dengan pencitraan diri sendiri
Mobil-mobil mewah pun masih belum sadar Jon
Jalan-jalan itu bersimbah darah dan peluhmu
Karena kerikil-kerikilmu mengeras di dalamnya
Begitulah hidup Jon,
Selain pencuci pakaian,
Siapakah yang menyempatkan diri mengingat mentari?
Sesuatu selalu dianggap bernilai saat diperlukan

Hey Jon,
Ku akhiri saja untaian kata
Ini bunga untukmu
Selamat beristirahat dari jerih lelah
(20/11/16)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 21 November 2016

0 komentar for "(Syair) KEMBANG UNTUK JON"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional