Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Proyek Perubahan, Dinkes Optimalkan Pengendalian Penyakit Rabies di Sulut

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Dr Jemmy Lampus Mkes.
 
Manado, detiKawanua.com - Salah satu upaya dalam proyek perubahan dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Utara (Sulut), Dr Jemmy Lampus pada Diklat PIM II LAN RI yakni melakukan pengendalian terhadap penyakit Rabies (Anjing Gila) secara terintregrasi di Sulut.

"Penyakit gila anjing yang merupakan penyakit yang sangat mematikan, yang telah menghantui peradaban manusia, masih merupakan masalah kesehatan . Dunia masih bergumul untuk mengatasi penyakit Rabies ini. Setiap tahun masih terdapat ratusan kematian di Indonesia. Sulawesi utara masih merupakan penyumbang kasus kematian terbanyak d Indonesia," terang Lampus kepada detiKawanua.com, Sabtu (05/11) siang tadi.

Dikatakannya pada tahun 2015 lalu terdapat 28 kasus dan pada Tahun 2016 sampai awal November terjadi 20 kasus.

"Hampir 300 ribu ekor anjing yg merupakan penular 99 % pada kasus kematian merupakan persoalan tersendiri di tambah dengan sebagian masih masih menjadikan sebagai teman penjaga rumah dan membantu dalam usaha berburu, juga merupakan sumber protein hewan (makanan)," jelasnya yang juga sebagai Project Leader dalam proyek perubahan tersebut.

Sementara itu Wakil Gubernur Sulut dalam sambutannya menantang untuk Sulut bebas Rabies secepatnya sebelum tahun 2020.

"Untuk itu proper yang mengintegrasikan semua unsur dalam pembangunan kesehatan yaitu pemerintah, masyarakat termasuk LSM , ormas, dan sektor  swasta dapat mempercepat Sulut bebas Rabies," kata Wagub Kandouw.

Diketahui untuk mengatasi persoalan itu maka telah di launching Gerakan pengendalian Rabies secara terintegrasi di Sulawesi Utara pada waktu lalu tepatnya di Desa Lopana Kabupaten Minahasa Selatan oleh Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw yang dihadiri pula Bupati Minahasa Selatan, Christiani E Paruntu, Wakil bupati Franky Wongka dan Bupati Walikota se Provinsi Sulut, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet ) kementan RI, Forkompimda Kab Minsel,  kadis Pertanian Pemprov Sulut dan Kab Minsel, kepala SKPD prov dan Kabupaten Minsel. Kegiatan tersebut juga di meriahkan dengan kehadiran adik Veronika yang merupakan dokter hewan cilik terbaik nasional 2016, dan demo cuci luka akibat gigitan hewan penular rabies oleh anak anak SD dokter hewan cilik Kab Minsel dan jg penyerahan bantuan vaksin hewan dan manusia dari pemerintah Prov kepada Bupati Minahasa Selatan.

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 05 November 2016 ,

0 komentar for "Proyek Perubahan, Dinkes Optimalkan Pengendalian Penyakit Rabies di Sulut"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional