Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Pegiat Budaya Sulut Hearing Bersama DPRD Sulut Terkait Pengrusakan Waruga di Minut

Suasana hearing Jaringan Komunitas Budaya Minasaha dan DPRD Sulut.

Manado, detiKawanua.com -
  Sejumlah para pegiat organisasi budayawan muda  dari beberapa kabupaten/kota yang tergabung dalam Aliansi Jaringan Komunitas Budaya Minahasa, melakukan aksi di kantor DPRD Sulut, terkait penggusuran dan pengrusakan situs budaya yakni waruga di Kuil Kawangkoan, Minahasa Utara (Minut).

Massa aksi budayawan yang berasal dari Tomohon, Minsel, Tondano, Bitung, Minut, Sonder, dan lain-lain ini, diterima oleh legislator Rocky Wowor, James Tuuk, Ardiansyah Imban, Fanny Legoh, dan mengajak hearing dengan para pegiat budayawan muda ini untuk mencari solusi terkait masalah tersebut.

Denni Pinontoan, yang merupakan perwakilan dari Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur, mengatakan, Pemerintah mungkin tidak memiliki kesadaran kultural sehingga tidak memberi perhatian dan menjaga situs-situs budaya. "Pemerintah kita dan pemodal, mungkin tidak memiliki kesadaran kultural. Kami datang ke DPRD dengan harapan para wakil rakyat masih memiliki wawasan dan kesadaran kultural untuk bersama-sama kami dalam memperjuangkan hal ini. Memberi perhatian dan menjaga situ-situs budaya, terutama dalam kehidupan bersama. Dalam perspektif budaya, bahwa tidak ada generasi hari ini kalau tidak ada generasi masa lampau," ujar Pinontoan, Kamis (10/11).

Sementara itu, Rikson Karundeng, selaku perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Provinsi Sulut menyampaikan, justru pemerintah menjadi kreator pengrusakan situs-situs budaya. "Kami meminta situs-situs budaya harus diselamatkan, termasuk situs budaya di Kuwil yang sedang dilaksanakan proyek pembangunan ini. Masyarakat adat mendukung pemerintah, masyarakat mendukung pembangunan pemerintah, tapi masyarakat adat menolak keras kalau situs-situs budaya dihancurkan," tandas Karundeng.

Menanggapi apa yang diutarakan para budayawan, Anggota DPRD  Rocky Wowor menyampaikan dirinya dan rekan-rekan DPRD akan mengawal aspirasi tersebut dan berjuang bersama dengan para pegiat budaya ini. "Sebagaimana yang diamanatkan UUD 45, Undang-undang no 11 tahun 2010, dan bukan hanya sekedar undang-undang tapi jati diri kita. Apa yang saudara perjuangkan, dilindungi oleh konstitusi Indonesia. Saya bersama dengan saudara sekalian akan berjuang melestarikan situs budaya yang ada di Sulut," tandas Wowor.

James Tuuk, legislator Sulut yang memimpin hearing, menyampaikan, mereka akan berkunjung ke lokasi untuk melihat keadaan di sana, dan berharap apa yang disampaikan oleh Komunitas Budaya ini ditunjang dengan data di lapangan. "Komisi 1 dan Komisi 4 akan berkunjung dan melihat keadaan di sana, dan berkomitmen mengawal aspirasi saudara. Tentunya didukung dengan data-data yang ada di lapangan," pungkas Tuuk.

(Enda)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 11 November 2016 , , ,

0 komentar for "Pegiat Budaya Sulut Hearing Bersama DPRD Sulut Terkait Pengrusakan Waruga di Minut"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional