Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Kakanwil Kemenag Sulut Diduga Lakukan Praktek KKN

Suleman Awad, Kakanwil Kemenag Sulut. /Ist

Manado, detiKawanua.com
- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulut, Suleman Awad, dinilai oleh sejumlah  organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) berbasis massa keagamaan di Sulut, telah melakukan praktek KKN.

Dugaan pratek KKN yang dilakukan Kakanwil Kemenag Sulut ini, terkait keikutsertaan utusan Sulut pada Kemah Pemuda Lintas Agama Tingkat Nasional yang berlangsung di Citra Alam Riverside Cisurua Bogor, pada tanggal 6 s.d 10 November 2016.

Meydi Tinangon, selaku Ketua DPD GAMKI Sulut, menyatakan sikap protesnya kepada Kakanwil Kemenag menyangkut kegiatan tersebut yang tidak disosialisasikan dan sistem rekrutmennya dipandang  tidak jelas.

"Sebagai organisasi kepemudaan yang eksis di tingkat nasional dengan cabang di provinsi dan kabupaten kota, serta concern dengan segala usaha membangun kehidupan generasi muda yang pluralis, menyatakan sikap protes keras Kepada Kanwil Kemenag Sulut," ujarnya. 

"Karena, Pertama, kegiatan tersebut tidak disosialisasikan kepada elemen pemuda lintas agama, sehingga kami tidak pernah mengetahui kegiatan tersebut. Kedua, sistem rekrutmen tidak jelas dan tidak merepresentasikan potensi Pemuda Lintas agama yang bernaung dalam beragam organisasi kepemudaan," terang Tinangon.

Senada juga yang disampaikan Ketua Umum DPW BKPRMI Sulut Fachruddin Noh, yang mengatakan, pihak Kemenag Sulutl tidak menghargai organisasi kepemudaan. Sehingga menentukan perwakilan Sulut dalam mengikuti pemuda lintas agama dipandangnya tidak transparan.

"Ini sangat menghina dan tidak menghargai keberadaan organisasi kepemudaan di Sulut. Pihak Kanwil Kemenag Sulut tidak transparan dalam hal menentukan perwakilan delegasi yang mengatasnamakan Pemuda Lintas Agama Sulut," tukas Fachruddin, Rabu (09/11).

Kekecewaan juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi Pemuda Sinode GMIM, Pnt Charles Worotidjan, karena dianggap Kakanwil menyimpan informasi kegiatan dengan mengambil keputusan sepihak yang tidak melibatkan OKP dalam proses seleksi.

"Sebagai bagian dari OKP yang ada di Sulut, kami sangat kecewa dengan sikap Kakanwil Sulut. Alangkah bijak, bila kegiatan tersebut dikomunikasikan dengan OKP-OKP yang ada, sehingga utusan yang didelegasikan untuk mengikuti kegiatan tersebut adalah orang-orang yang benar-benar mewakili OKP di Sulut. Kami melihat apa yang dilakukan oleh Kakanwil Kementrian Agama Sulut merupakan ketidakpekaan terhadap situasi yang terjadi saat ini. Sebenarnya kakanwil harus memfasilitasi dan memberikan ruang bagi organisasi pemuda lintas agama yang ada di Sulut untuk tampil di skala Nasional sekaligus dapat menjadi corong perdamaian dan persaudaraan," tutur Worotidjan.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Sulut Herry Anwar, merasa heran kalau di zaman sekarang yang informasinya dibuka seluas-luasnya masih terdapat praktek KKN, apalagi yang melakukannya adalah Kementerian Agama Sulut.

"Saya heran di zaman keterbukaan informasi seperti ini, masih terdapat praktek-praktek KKN yang dilakukan oleh lembaga kementerian, dalam hal ini Kemenag Sulut," tandas Anwar.

Hingga berita ini diturunkan, Kakanwil Kemenag Sulut saat dihubungi oleh pewarta media detiKawanua.com,  belum merespon via telphone dan SMS terkait dugaan yang dilontarkan sejumlah OKP keagamaan di Bumi Nyiur Melambai terhadapnya.

(*/Enda)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 11 November 2016 ,

0 komentar for "Kakanwil Kemenag Sulut Diduga Lakukan Praktek KKN"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional