Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Dugaan Pengrusakan Situs Budaya di Minut, DPRD Sulut Berkunjung ke Lokasi Proyek

Komisi I dan Komisi IV DPRD Sulut saat berkunjung ke lokasi proyek pembangunan Bendungan

Minut, detiKawanua.com - Komisi I dan Komisi IV DPRD Sulut mengadakan kunjungan ke lokasi waruga di kuil Kawangkoan Minahasa Utara, untuk menindaklanjuti hasil hearing kemarin bersama Lintas Komunitas Budaya Minahasa terkait dugaan pengrusakan situs-situs budaya yang dilakukan oleh pihak yang bertanggungjawab dalam proyek pembangunan bendungan. Kunjungan tersebut dikuti oleh Legislator Sulut yakni  Ferdinand Mawengkang, James Tuuk, Hery Tombeng, Fanny Legoh, dan  Netty Pantouw, Jum'at (11/11).

Ketua Komisi 1, Ferdinand Mawengkang setelah melihat kondisi dilapangan  menyampaikan, proyek pembangunan bendungan menguntungkan masyarakat  Sulut, tapi yang menjadi kendalanya ada waruga peninggalan sejarah di lokasi tersebut.

"Berkaitan dengan adanya laporan masyarakat Minahasa berkenan dengan pelaksanaan proyek ini yang berada disekitar waruga. Di satu sisi proyek ini menguntungkan untuk masyarakat sulut, tetapi yang menjadi persoalan disini, disekitar proyek pembangunan bendungan ada situs budaya peninggalan sejarah. Oleh karena itu kemarin para budayawan datang ke kita agar DPRD mengadakan kunjungan, karena informasi yang kami terima ada pengrusakan-pengrusakan waruga," tutur Mawengkang.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota Komisi 1, James Tuuk, kalau mereka tidak ada niat untuk menghalangi pembangunan bendungan, asalkan situs budaya di lokasi tidak diabaikan.

"DPRD tidak mungkin melarang proyek ini berjalan. Tapi di sisi lain, situs-situs budaya ini harus tetap terpenuhi. Karena dibangun bendungan ini manfaatnya sangat besar untuk masyarakat Sulut," ujar Tuuk.

Sementara itu, Anggota Komisi IV, Hery Tombeng dengan tegas menyampaikan kegiatan yang ada di lokasi waruga untuk sementara dihentikan dan dialihkan di lokasi yang lain, mengingat kondisi situs budaya banyak yang rusak.

"Demi kelestarian barang-barang peninggalan leluhur purbakala ini, kita minta sementara kegiatan di radius 100 meter dari lokasi waruga dihentikan. Karena kelihatan sudah porak poranda. Untuk itu sebaiknya ditata kembali atau dipindah situs budaya tersebut tanpa merubah kondisi yang ada," tandas Tombeng.

Kesimpulan yang diambil oleh Komisi 1 dan Komisi IV untuk menindaklanjuti hasil kunjugan, mereka secepatnya akan mengadakan hearing gabungan bersama pihak yang terkait dalam proyek bendungan, dengan mengundang pemerintah provinsi, kontraktor, balai sungai, pemerintah kabupaten, pemerintah  desa, masyarakat adat sebagai pelapor, BPN, dan pihak lainnya.

(Enda)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 11 November 2016 , , ,

0 komentar for "Dugaan Pengrusakan Situs Budaya di Minut, DPRD Sulut Berkunjung ke Lokasi Proyek"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional