Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Dandes Desa Tanamon Induk Jadi Sorotan Warga, Sirtu Dianggap Merusak Jalan dan Halaman

Pengerjaan jalan di Desa Tanamon.

Minsel, detiKawanua.com
- Peran serta masyarakat dalam pengawasan dana desa (Dandes) berdasarkan Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 harus diberikan tempat. Apalagi ini terkait dengan pemberdayaan masyarakat, dana sekecil apapun patut diawasi, karena semangat dari Dandes adalah untuk pemberdayaan masyarakat.

Namun lain halnya yang terjadi di Desa Tanamon Induk. Dandes yang bersumber dari APBN, disinyalir disalahgunakan oknum penjabat hukum tua waktu itu. Bahkan sirtu dianggap merusak jalan dan halaman warga.

Dari pantauan media ini, di lokasi pekerjaan jalan Dandes yang seharusnya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat justru dikesampingkan, akhirnya tak sesuai peruntukannya. Proyek perintisan sampai pengerasan jalan semua gunakan alat.

Salah satu tokoh masyarakat Tanamon Induk Supratman Baluntu SH, yang ingin Dandes digunakan dengan semestinya, mengaku, kegiatan perintisan jalan dan pengerasan sebenarnya dari awal sudah inprosedural. Pasalnya, penjabat hukum tua yang dipercayakan oleh Bupati Minsel, ternyata hanya cari gampang.

"Material yang seharusnya langsung dilepas di lokasi kegiatan, malah ditaruh di tempat yang jauh dari lokasi pengerjaan. Akhirnya kegiatan memakan waktu lama, juga kontraktor pun berganti sampai dua kali. Ini merugikan masyarakat," jelas Baluntu

Penjabat Hukum Tua Desa Tanomon Induk, Fitria Tongkodu, saat dikonfirmasi di kediamannya, justru balik bertanya, "Siapa yang inprosedural. Saya sudah jelaskan bahwa untuk perintisan sampai pengerasan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB), dan dalam hal ini untuk HOK pasti ada waktunya," ungkap Fitria, sembari mengatakan, tak ada gunanya berdebat dengan mereka, namanya saja tidak tahu mekanisme.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Dandes Desa Tanomon Induk selama dirinya menjabat sebagai hukum tua (Kumtu) selama kurang lebih 4 bulan, berjumlah Rp 561 juta. "Untuk detilnya yang jelas, tanyakan saja ke Kumtua yang baru terpilih," ketus Fitria.

(Vandytrisno)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 10 November 2016 ,

0 komentar for "Dandes Desa Tanamon Induk Jadi Sorotan Warga, Sirtu Dianggap Merusak Jalan dan Halaman"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional