Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

BP3A Mitra Gelar Sosialisasi Terkait Responsive Gender

BP3A Gelar Sosialisasi Terkait Responsive Gender

Mitra, detiKawanua.com
- Dalam rangka meningkatkan peran pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terkait persoalan gender, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Mitra menggelar sosialisasi Advokasi Penyusunan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsive Gender, Kamis (10/11).

Advokasi yang dihadiri oleh bagian perencanaan di masing masing SKPD yang ada di lingkup Pemkab Mitra tersebut, dibuka langsung oleh Assisten 1 Setdakab Mitra Ghotlieb Mamahit, dan mendatangkan pembicara dari pakar gender Sulut, yakni Boaz Wilar Msi.

Kepala BP3A Mitra Fenggi Wurangian lewat Sekertaris Sartje Taogan yang mendampingi narasumber, mengatakan,  tujuan digelarnya advokasi tersebut dalam rangka meningkatkan peran pemerintah dakam penganggaran responsive gender, yang merupakan salah satu syarat penilaian dalam mencapai parahita ekapraya. "Saat ini Sulut, termasuk Mitra, masuk nominasi penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Makanya peran pemerintah terkait gender sangat diperlukan, terlebih dari masalah penganggaran," jelas Taogan.

Dirinya juga berharap, ke depannya setiap SKPD yang ada tidak menyepelekan anggaran program yang berkaitan dengan gender. "Tentunya kita berharap peran para perencana anggaran bisa dimaksimalkan, dan bisa memperhatikan anggaran bagi program yang menyentuh gender," tuturnya.

Sementara narasumber kegiatan tersebut, Boaz Wilar.Msi menekankan, bicara terkait gender bukan hanya berpaku mengenai perempuan semata. "Gender tidak bisa dikatakan untuk perempuan saja, tapi bagaimana membicarakan kesetaraan yang ada antara laki-laki dan perempuan," katanya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan, berbicara mengenai kesetaraan gender, laki-laki dan perempuan hanya dibedakan dari kodrat yang dimiliki masing-masing. "Berbicara kesetaraan masing-masing punya peran penting. Salah satu contoh, wanita bisa menstruasi, hamil dan melahirkan; sedangkan pria bisa menghamili wanita, yang tentunya hal tersebut saling berkaitan," ungkapnya.

Ditambahkan pembicara, persoalan gender sebenarnya saat ini sudah tidak ada lagi, tapi tinggal dilihat dari peran yang dipercayakan sesuai fungsi yang ada. "Buktinya saat ini kesetaraan hak sudah sama, bukan hanya pria yang bisa membawa kendaraan, tapi perempuan juga. Begitu juga dengan pria yang juga bisa bekerja menjadi juru masak, hal itu tentunya tinggal dari peran yang dijalani," pungkasnya, seraya menambahkan, agar pengambilan keputusan bisa melibatkam perempuan, sehingga dalam perencanaan anggaran bisa responsive gender.

(Indri)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 10 November 2016 ,

0 komentar for "BP3A Mitra Gelar Sosialisasi Terkait Responsive Gender"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional