Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Bararia : NKRI Harga Mati

Yohanis Bararia. /Ist

Talaud, detiKawanua.com
- Pasca penetapan tersangka dalam kasus dugaan penistaaan agama oleh Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahya Purnama membuat stabilitas NKRI goyah. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya aksi protes oleh sejumlah elemen masyarakat di hampir seluruh daerah NKRI. Tak hanya itu saja, banyak situs media memberitakan kasus dugaan penistaan agama yang melilit Gubernur DKI non aktif tersebut. Berbagai media, baik cetak maupun elektronik, kian panas mewartakannya.

Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat perbatasan Yohanis Bararia angkat bicara. Menurutnya, bahwa masyarakat diminta tidak terprovokasi dengan isu-isu SARA yang sengaja diangkat ke permukaan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan tujuan memecah belah persatuan dan kesatuan serta kerukunan umat beragama di NKRI. "Saya berharap agar masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu memecah belah persatuann kita yang sengaja dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab dalam memecah kebinekaan NKRI," terangnya.

Lebih lanjut, Bararia menegaskan, bahwa penetapan status tersangka pada kasus dugaan penistaan agama yang dialami Ahok (panggilan akrba Gubernur DKI non aktif itu, red), secara tidak langsung telah membuat situasi panas khususnya di daerah-daerah yang berpenduduk mayoritas Kristen seperti Sulawesi Utara dan Papua. Namun hal ini jangan sampai menggangu dan memecah belah persatuan bangsa. Apalagi belakangan beredar berbagai spekulasi dan komentar pada situs media sosial yang sifatnya menurunkan rasa nasionalisme. "Sikap kecintaan terhadap NKRI harus tetap kita pupuk dan pelihara, serta tetap dipertahankan dalam menjaga kebhinekaan," tegasnya.

Ditambahkannya, sebagai daerah yang majemuk, masyarakat perlu menjaga kesatuan dan persatuan. Dia juga mengimbau agar semua elemen masyarakat, terbebih khusus di daerah perbatasan, tetap menjaga dan mempererat hubungan baik sesama agama dan antar agama. "Kita perlu menghargai dan menghormati keyakinan orang lain, baik sesama pemeluk maupun antar pemeluk," tutup Bararia. 

(RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 18 November 2016 ,

0 komentar for "Bararia : NKRI Harga Mati"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional