Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Wow! TGR Pihak Ketiga Masih di Angka 6 Milyar Rupiah

Sidang MP-TPTGR Mitra, Jumat (28/10).

Mitra, detiKawanua.com - Rekanan atau pihak ketiga masih mendominasi Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra). Hal tersebut terungkap dari hasil sidang Majelis Tuntungan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TPTGR) yang digelar di kantor inspektoray, Jumat (28/10).

"Memang yang menjafi pokok pada sidang majelis ini bagi pihak ketiga yang mempunyai TGR, termasuk juga para ASN," ujar Novry Raco, juru bicara Pemkab Mitra.

Lanjutnya, sidang yang dipimpin langsung Sekda Farry Liwe tersebut, dalam rangka mengejar kerugian kerugian daerah yang terjadi dari tahun 2008-2014. "Ini akan ada sidang-sidang selanjutnya sampai seluruh kerugian yang daerah miliki di tahun sebelumnya, akan dikembalikan. Jika tidak, tentu ada konsekuensinya," ucapnya.

Ditambahkan Kepala Inspektorat Robert Rogahang, sidang tersebut merupakan upaya dari pihaknya menindaklanjuti temuan dari BPK, khususnya pada kerugian daerah.

"Untuk ASN, sudah ada surat edaran dari Bupati yang mengikat para ASN wajib mengembalikan kerugian daerah. Sedangkan untuk pihak ketiga, tetap ada total TGR mencapai sekitar 6 miliar rupiah. Ini yang kita upayakan untuk segera dikembalikan," jelasnya,

Sementara itu, suasana sidang yang layaknya pada persidangan di pengadilan umum tersebut, dipimpin Ketua Majelis yang juga Sekda Farry Liwe, Wakil Ketua Asisten III Piether Owu, Wakil Ketua II Kepala BKDD Berti Sandag.

Sedangkan untuk Sekretaris Majelis yaitu Kepala BPKBMD Mecky Tumimomor, dengan anggota Inspektur Robert Rogahang, Kabag Hukum Royke Lumingas, dan Kabag Pembangunan Boyke Akay.

(Indri)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 29 Oktober 2016 ,

0 komentar for "Wow! TGR Pihak Ketiga Masih di Angka 6 Milyar Rupiah"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional