Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

RS Kandouw 'Tak Mampu' Lagi Tampung Pasien Dari 2,8 Juta Penduduk se-Sulut

Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw.

Manado, detiKawanua.com - Memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kota terlebih khusus dalam hal penyediaan rumah sakit (RS) rujukan. Oleh karena itu, pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut mengupayakan adanya penambahan pembangunan RS rujukan bagi daerah yang akses jangkauannya jauh dari RS Kandouw Malalayang Manado yang merupakan RS rujukan satu-satunya di Sulut yang dinilai sudah tidak mampu menampung pasien dari 2,8 juta penduduk se-Sulut.

Melalui Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw memastikan pada tahun depan (2017,red) khususnya di wilayah Selatan bagian Bolaang Mongondow Raya (BMR) tepatnya di Kota Kotamobagu sudah harus dibangun RS rujukan tipe B dikarenakan laporan tertinggi pasien rujukan yang meninggal dunia.

"Kita sudah sepakat RS di Kotamobagu paling tidak tahun depan sudah kelas B," terang Kandouw kepada wartawan, Selasa (11/10) malam tadi.

Lanjutnya untuk penyediaan anggarannya secara keroyokan yang ditata dalam APBD Kota Kotamobagu, Pemprov Sulut dan APBN.

"Satu cluster di BMR itu akan kita hibahkan dana kesehatan dalam bentuk bantuan pembangunan RS-nya dan tambah bantu RS yang butuh, minimal anggarannya menurut saya 25 Miliar supaya langsung jadi," ungkapnya.

Adapun laporan yang telah diterima nya dari wilayah Lolak (Bolaang Mongondow,red) itu pada tahun lalu (2015,red) tercatat ada 160 pasien yang meninggal dunia dijalan.

"Ini gara-gara tidak ada RS rujukan terdekat. Bayangkan sajak jarak 3 jam saja sudah 160-an pasien meninggal dijalan," tandas Kandouw yang merupakan mantan Ketua DPRD Provinsi Sulut itu.

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 11 Oktober 2016 , , ,

0 komentar for "RS Kandouw 'Tak Mampu' Lagi Tampung Pasien Dari 2,8 Juta Penduduk se-Sulut"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional