Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Pertanyakan Kinerja Polisi, Orang Tua Korban Tuntut Keadilan Karena Dianiaya Dan Ditembak

Salah satu korban penganiayaan oknum polisi di Minahasa Selatan. /Ist

Minsel, detiKawanua.com
- Tak tau ujung akar dan ujung pohon, seorang pemuda warga kelurahan Pondang Amurang Timur mengalami kejadian yang tak bisa diterima secara akal sehat. Pasalnya, Rifra (19) yang sering dipanggil Bibang, pemuda Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), harus menerima pukulan dan tembakkan dari oknum polisi yang bertugas di Polres Minsel.

Dari informasi yang diterima media ini,k Kejadian tersebut bermula sekitar pukul Minggu (23/10) 02.30 WITA dini hari. 

Baca juga: Kapolres Minsel : Jika Terbukti Bersalah, 7 Oknum Polisi Harus ke Propam

Bibang pun bercerita kronologisnya. Menurut Bibang, peristiwa itu berawal saat dirinya mampir di warung, tiba-tiba anggota polisi dengan semena-mena memukul dan menembaknya (korban, red).

"Kita singgah di warong, kong tiba-tiba kita dapa pukulan deng tembakan di kaki kiri oleh anggota polisi. Dalam situasi bingo, kage kita dorang langsung bawa ke Markas Polres Minsel. Di sana kita lagi dapat penganiayaan dari beberapa oknum polisi," jelas Bibang, dengan dialek setempat.

Sementara itu, menurut Jordan (20) dan Avil (20) teman akrab korban yang ada di TKP, perlakuan yang sama dialami mereka berdua pada sekitar jam 01.00 WITA sampai jam 02.45. 

Menurut Jordan, saat itu dirinya aya singgah di warung depan kantor Samsat Amurang, tiba-tiba beberapa anggota Polisi turun dari mobil, lalu berbicara keras seakan kami sebagai buronan, padahal kami tidak tahu apa-apa. "Dan anggota menodong kami dengan pistol juga memukul kami," ungkap Jordan.

Meski berbeda tempat dan waktu, Avil, warga Pondang mejelaskan, sebelum insiden tembakan tersebut, saya juga dipukul oleh oknum polisi yang sama. "Saya mendapat pukulan dari anggota polisi. Saat itu saya berada di Kelurahan Uwuran 1, sekitar Pukul 01.00 dini hari," pungkas Avil.

Keluarga korban dari Rifra (Keluarga Tombey-Repi, red), merasa sangat terpukul dan sedih atas musibah yang terjadi pada anak mereka Rifra Tombey, dan mengharapkan keadilan. Menurut keluarga, "Ini polisi ato PREMAN !!!," katanya.

"PENGAYOM so mabo, kong serang masyarakat. Tembak torang pe anak pe kaki. Anak Kami salah satu dari 5 korban," jelas keluarga Korban Rifra.

(Vandytrisno/im)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 24 Oktober 2016 , , ,

0 komentar for "Pertanyakan Kinerja Polisi, Orang Tua Korban Tuntut Keadilan Karena Dianiaya Dan Ditembak"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional