Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Komisi IV Berhasil Mediasi PT. Fajar Lestari Abadi bersama Karyawan PHK

Kepala Cabang PT. Fajar Lestari Abadi dan Karyawan di PHK bersalaman usai hearing dengan Komisi IV DPRD Sulut.

Manado, detiKawanua.com - Serikat Buruh Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama PT. Fajar Lestari Abadi cabang Manado hearing bersama Komisi IV DPRD Provinsi Sulut mencari titik temu terkait pesangon  8 orang karyawan yang di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan yang bergerak di bidang distribusi cokelat tersebut, Kamis (27/10).

Kepala cabang PT Fajar Lestari Budi Paiman menyampaikan, dari delapan orang yang di PHK tiga diantaranya masih menjalani proses hukum. Perusahaan juga punya niat baik membayar pesangon karyawan yang besarannya sudah ditentukan oleh perusahaan, tapi karyawan menolaknya.

"Perusahan dari pihak kami bersedia membayar pesangon 50 persen plus gaji  satu bulan, tapi pihak pekerja tidak mau menerima. Di samping itu, kami memproses dari delapan karyawan, ada tiga yang kami proses di pengadilan. Meskipun perusahan sudah rugi kami masih bersedia membayar  pesangon karena melihat sisi kemanusiaannya," kata Paiman.

Paiman juga menambahkan, kalau semua karyawan yang di PHK semuanya orang gudang dan kerugian mereka dari tahun 2013-2016 berkisar milyaran rupiah disebabkan banyak barang yang hilang karena dicuri.

"Karyawan yang di PHK semuanya orang gudang dan dari tahun 2013-2016 terjadi kehilangan dan pencurian barang. Perusahan kami terlalu baik sehingga kebaikan kami disalahgunakan. Imbasnya perusahaan rugi Rp 1,3 miliar," terang Paiman.

Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Provinsi Sulut Tomi Samelang selaku Kuasa Karyawan PT. Fajar Lestari Abadi, mengatakan, apa yang disampaikan oleh kepala cabang perusahaan hanya tuduhan semata dan kiranya permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

"Apa yang disampaikan oleh pak Budi bersifat tuduhan, karena tanpa bukti. Kami minta kepada perusahan lebih baik kita menyelesaikan secara kekeluargaan dari pada kita saling membuka persoalan perusahaan, karena delapan orang yang di PHK punya data terkait  kecurangan-kecurangan perusahaan," tukas Sumelang.

Mendengar apa yang disampaikan oleh pihak perusahaan dan kuasa karyawan PT fajar lestari, Ketua Komisi IV, James Karinda, mengatakan akan mengambil jalan tengah terkait pesangon yang di berikan perusahaan kepada karyawan agar permasalahan ini tidak berlarut-larut sehingga dapat merugikan perusahan tersebut.

"Pesangon karyawan yang di PHK oleh perusahan 100 persen plus dua bulan gaji dan perusahan membebaskan karyawan yang ditahan, harus dikeluarkan kemudian tidak boleh menuntut ke pihak perusahan lagi. Serikat Buruh harus buat perdamaian dan kalau perlu melakukan permohonan maaf pada pihak perusahan. Kita harus buat perusahan ini berjalan, kalau tidak bisa berdampak pada karyawan yang lainnya," jelas Karinda dengan bijak.

Mendengar apa yang disampaikan oleh James Karinda, kedua belah pihak yang bertikai menerima dan akan menjalankan kewajibannya sesuai dengan kesepakatan hearing bersama Komisi IV DPRD Sulut.

(Enda)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 28 Oktober 2016

0 komentar for "Komisi IV Berhasil Mediasi PT. Fajar Lestari Abadi bersama Karyawan PHK"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional