Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

FJPI Sulut Gandeng BP3A, Komit Stop Kekerasan PA di Provinsi Sulut

Pelaksanaan FGD FJPI dan BP3A Sulut Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

Manado, detiKawanua.com - Secara tersistematik data yang diterbitkan dari Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan data yang di Update dari Unit Perlindungan Perempuan Anak (UPPA) Kepolisian Daerah (Polda) dan Polres se-Sulut. Hal tersebut diungkapkan Kepala BP3A Sulut, Erny Tumundo yang juga selaku narasumber dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Provinsi Sulut, bertempat di Kantor Gubernur, Senin (10/10) sore tadi.

Dijelaskan Erny dalam kegiatan FGD yang diprakarsai Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sulut yang bekerjasama dengan BP3A itu bahwa, hingga saat ini pihaknya dalam meminimalisir dan mengantisipasi terjadinya kekerasan terutama seksual kepada perempuan dan anak, sedang giat-giatnya membuat pelatihan dan penguasaan aplikasi data sistem online agar bisa terpantau laporan dari Kabupaten Kota dan bisa ditindak cepat.

"Jadi itu by name by addres dan siapa yang akan mempublis data tersebut akan secara otomatis," terangnya.

Lanjutnya dilihat dari kinerja mitra kerja BP3A yakni Kepolisian dinilai cukup maksimal melaksanakan tugas dan tanggungjawab menangani kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak (PA).

"Hanya saja ini dimintakan pemahaman bersama dengan awak media bahwa tugas mereka (Polisi) tidaklah gampang. Dalam penanganan salah satu kasus dan jika itu agak lambat, akhirnya semua mitra kerja di UPPA banyak dipindah tugaskan," ujar Erny, sembari berharap kedepan kiranya juga dalam hal pelaporan ke Kepolisian, para pelapor bisa langsung ke UPPA dan kalaupun harus melapor ke pos SPKT, kiranya dipos tersebut bisa ada petugas yang benar-benar peduli dan memahami persoalan kekerasan PA.

Melalui Ketua FJPI Sulut, Jeane Rondonuwu mengatakan bahwa kegiatan tersebut selain merupakan rangkaian peringatan HUT ke-3 FJPI juga untuk membangun komitmen bersama pemerintah stop kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

"Melihat kondisi ini maka diskusi bertajuk 'Dilema Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak' maka akan mempertemukan seluruh mitra pemerhati pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak untuk terus berkomitmen dalam gerakan 'Stop Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak," ungkap Rondonuwu.

Ditambahmannya pula, FJPI Sulut berharap dampak acara ini akan memberikan motivasi baru untuk mensukseskan program '3 Ends' yaitu 'Mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak,' dengan mengakhiri tindak pidana perdagangan orang' dan 'Mengakhiri diskriminasi dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan.

Diketahui data tetakhir kasus kekerasan terhadap PA sementara ditangani oleh pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) dan sesuai laporan yang diterima BP3A Sulut mulai bulan Januari hingga September 2016 terdapat 108 kasus dimana 75 kasus terjadi kepada anak dan terbagi 23 untuk anak laki-laki, 21 perempuan dan dewasa mencapai 33 kasus. Sementara itu, khusus kekerasan seksual kepada anak terdapat 33 kasus. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, dari unsur LSM/Pemerhati PA dan sejumlah siswi SMP serta para undangan sejumlah wartawan media cetak, online TV dan Radio.

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 10 Oktober 2016 ,

0 komentar for "FJPI Sulut Gandeng BP3A, Komit Stop Kekerasan PA di Provinsi Sulut"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional