Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Dengan Tema "Menghebatkan Kembali Olahraga di Sulut," KPM Gelar Dialog Publik

Foto bersama KPM dengan para nara sumber seusasi dialog publik. 

Manado, detiKawanua.com - Bertempat di Hotel Minahasa, Jumat (30/09), Komunitas Pers Manado (KPM) menggelar dialog publik dengan tema "Menghebatkan Kembali Olahraga di Sulut".

Dialog ini menghadirkan sejumlah pemerhati dan pengamat politik Sulawesi Utara (Sulut). Diantaranya adalah Hery Inyo Rumondor, Hairil Paputungan, Wolter Rumopar, Friko Poli dan Paulus A Sembel. 

Ketua KPM, Alexander Mallese, dalam sambutannya mengatakan bahwa dialog ini dilakukan karena KPM prihatin terkait masa depan olahraga di Sulut. Terlebih, melihat raihan medali yang didapat para atlet Sulut di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), 17-29 September 2016, beserta faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga Sulut duduk di posisi ke-31 PON 2016, Jawa Barat.

"KPM yang 100% anggotanya adalah jurnalis lokal, merasa prihatin dengan masa depan olahraga di Sulut. Untuk itulah dialog ini diselenggarakan dengan mengundang beberapa nara sumber," kata Alex.

Sementara, Paul A Sembel selaku pemerhati olahraga dan politik Sulut, menyebutkan beberapa hal penting terkait terpuruknya Sulut di ajang PON yang biasa digelar empat tahun sekali.

"Sebelum PON 2016 diadakan, Pemerintah Provinsi tidak melakukan pembinaan terlebih dulu terhadap atlet-atletnya. Jadi, jangan heran jika medali emas hanya satu saja yang didapat," ucap Sembel menyebutkan satu di antara beberapa hal yang ia kemukakan di dialog tersebut.

Pantauan media ini, dialog berlangsung lebih kurangnya 3 jam, dan turut di hadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Reynaldo Heydemans.

(v1c)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 01 Oktober 2016 ,

0 komentar for "Dengan Tema "Menghebatkan Kembali Olahraga di Sulut," KPM Gelar Dialog Publik"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional