Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Dana Keserasian Terus Dinanti, Desa Rawan Konflik Jadi Prioritas

Kadis Sosial Minsel, Meidy Maindoka MSi. 

Minsel, detiKawanua.com - Bagi desa yang rawan konflik di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sejak tahun 2010 telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat, lewat anggaran khusus dengan penyediaan fasilitas yang dapat meredam aksi dan reaksi berlebihan bagi oknum atau pelaku saat melakukan kekacauan yang menimbulkan konflik di kampung

Menindaklanjuti situasi tersebut, kini pemerintah desa tidak akan bingung lagi, karena desa yang rawan konflik memiliki anggaran yang bisa dialokasikan untuk meredam konflik dengan cara pemerintah desa menyediakan fasilitas buat anak muda, namanya Dana Keserasian. Tujuan dana ini diperuntukan bagi desa yang rawan konflik, baik antar desa maupun konflik interen desa.

Namun apa mau dikata, dana tersebut menjadi tidak jelas. Pasalnya, dana yang disinyalir sudah berada di Dinas Sosial kabupaten Minsel ini, menjadi tersendat akibat belum adanya kepastian desa mana yang akan menerimanya.

Salah satu tokoh masyarakat desa Pindos, yang enggan namanya dipublis, mengaku, salah satu desa yang ada di kecamatan Amurang Barat sebenarnya berpotensi untuk menerima bantuan dari Kementerian Sosial yaitu desa Pondos. Karena proposal sudah diberikan sejak 2014 dan 2015 lalu, dan pihak Dinas Sosial sudah pernah memberikan singal desa Pondos salah satunya karena desa yang lain sudah pernah menerima realisasi dana keserasian dari pusat sejak 2010. "Coba baku ganti dulu, karena dana tersebut tidak mungkin terkonsentrasi pada satu desa saja," ujarnya.

Kadis Sosial Meidy Minsel Maindoka MSi, saat dikonfirmasi pekan lalu menegaskan, bahwa dana keserasian untuk Minsel hanya direalisasikan 2 desa dari 10 desa yang diusulkan. "Masing-masing desa akan dicàirkan Rp 97 juta sampai Rp 100 juta,"  jelas Maindoka.

Diakuinya, sampai saat ini belum bisa menentukan desa mana yang akan menerima dana keserasian yang bersumber dari APBN, tepatnya dari Kementerian Sosial. "Kita tunggu saja desa mana yang berhak mendapat dana tersebut, ditinjau dari berbagai aspek kriteria," imbuh Meidy, sembari berharap desa yang belum mendapat dana keserasian agar jangan kecewa.

(Vandytrisno)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 04 Oktober 2016 ,

0 komentar for "Dana Keserasian Terus Dinanti, Desa Rawan Konflik Jadi Prioritas"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional