Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Astaga, Proyek Irigasi Miliaran Rupiah Alami Pembiaran oleh Kontraktor

Salah satu Bendungan Irigasi yang belum dikerjakan, terkesan dibiarkan karena tidak adanya alat berat.

Minsel, detiKawanua.com
- Proyek Peningkatan Jaringan irigasi dari delapan paket pengerjaan yang dikerjakan Tahun 2016 ini terbilang Fantastis, dengan total anggaran sebesar Rp 43 M dari semua Paket tersebut, dengan asumsi 1 irigasi bisa mengairi sawah dengan luas 50 - 80 Hektar Sawah, maka diperkirahkan melalui Proyek ini di tahun 2017 Minsel akan maju untuk penanaman Padi sawah dan pada akhirnya Minsel bisa swasembada beras di Tahun-tahun mendatang, seperti visi dan misi dari ibu Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE dan Wakil Bupati Minsel Franky Donny Wongkar SH.

Namun apa boleh dikata, proyek irigasi yang berbandor 4,8 M di Dinas PU Minsel pada Bidang Sumber Daya Air (SDA) sampai saat ini hanya jalan di tempat, bahkan menurut beberapa pengamat persawahan di kecamatan Tenga, ini bukan hanya jalan di tempat tapi ini langkah mundur. Pasalnya dari laporan masyarakat yang diterima media ini, paket proyek irigasi yang ada di Daerah Irigasi Tongop (DIT) yang bermuara pada desa Tenga, Radey dan Tawaang, sampai saat ini tidak jelas pengerjaannya,

Sesuai dengan papan proyek yang dipasang dekat dengan lokasi pengerjaan, Surat Perjanjian Kontrak (SPK) tercantum bulan Februari dengan kalender kerja 300 hari kerja, namun sampai saat ini tidak jelas rimbanya. Padahal sisa waktu kontrak dari CV Maju Karya Mapalus, tinggal 2 bulan untuk tutup tahun anggaran.

Kabid Sumber Daya Air Dinas PU Minsel Ferry Lumintang ST saat dikonfirmasi media detiKawanua.com, tidak menampik kalau hal ini sungguh di luar dugaan. "Saya sudah banyak kali mengingatkan pada kontraktor untuk tidak lalai dalam pelaksanaan, karena kalau terlambat maka saya tidak segan-segan untuk melakukan penuntutan, bahkan perusahaan tersebut akan dikenai Pinalti atau Denda atas keterlambatan," ketus Ferry.

Salah satu Staf Pelaksana Proyek saat dihubungi lewat telepon seluler, sampai saat ini tidak merespon. Padahal telepon sedang dalam keadaan aktif. Dari penelusuran wartawan detiKawanua.com, permasalahan sebenarnya hanya pada pelaksana yang tidak mau keluar uang untuk sewa alat. "Meski waktu semakin dekat," imbuh Kabid SDA Minsel Ferry Lumintang, dengan nada pesimis.

(Vandytrisno)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 20 Oktober 2016 ,

0 komentar for "Astaga, Proyek Irigasi Miliaran Rupiah Alami Pembiaran oleh Kontraktor"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional