Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Program ODSK dan Bunda ABK Sulut Tangani Anak Miskin Sakit Bakal Kandas di Dinsos

Foto struktur organisasi Dinas Sosial Provinsi Sulut.

Manado, detiKawanua.com - Mendeteksi atau penanganan secara dini bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) itu sangatlah penting untuk tumbuh kembang sang anak terutama yang mengalami gejala penyakit Autis dan cacat fisik yang program penanganannya sudah dicetus mulai dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah Kabupaten Kota se-Indonesia. Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pula sebelumnya telah dicanangkan program tersebut dengan dinobatkannya Ibu Gubernur Sulut, Rita Dondokambey - Tamuntuan sebagai Bunda ABK Provinsi Sulut dengan tugas khusus dalam menangani para ABK yang bekerjasama dengan instansi-instansi dilingkup Pemprov Sulut seperti, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (BP3A), Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial (Dinsos) serta TP-PKK Sulut yang mensuport hingga ketingkat desa.

Namun, disisi lain program yang juga masuk dalam target Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) itu nampaknya menjadi kendala di Dinsos Provinsi Sulut untuk penanganan kesehatan para ABK kategori miskin dan tidak mengantongi kartu jaminan kesehatan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang rekomendasinya harus dikeluarkan oleh Dinsos. Dimana kendalanya para ABK tidak akan dapat jaminan bantuan ataupun keringanan pemerintah jika ABK membutuhkan layanan serius di rumah sakit karena proses administrasi tidak semudah dengan bantuan lainnya.

"Itu syaratnya tidak segampang yang diperkirakan, seharusnya orang tua ABK sendiri harus melapor ke Desa setempat untuk didata, diserahkan ke Kabupaten kemudian ke Provinsi lalu dilakukan verifikasi data itu dikirim lagi ke Kementerian Sosial untuk diverifikasi lagi kemudian dikembalikan kepada Dinsos lagi untuk ditindaklanjuti," terang Kepala Dinsos Provinsi Sulut, Grace Punuh melalui Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial, Joice Rukmini.

Adapun soal antisipasi Dinsos dalam menghadapi kendala tersebut, menurutnya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama lembaga lain namun juga terkendalan dengan anggaran yang minim.

"Sekarangkan lagi ada pemangkasan anggaran besar-besaran, jadi tinggal bagaimana dari tingkatan desa atau aparat desa yang melakukan pendataannya. Mungkin ditahun 2017 nanti akan diusulkan," ujarnya.

Senada itu, masalah keterbatasan anggaran juga dikeluhkan di Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Sulut dimana melalui Kabid Nova Kumajas pun mengeluhkannya karena dalam setiap kegiatan pada akhir-akhir ini pun terkadang harus mengeluarkan uang pribadi.

"Kalian (Wartawan) tau juga sekarang anggaran lagi ada pemangkasan jadi kita juga terbatas baik undangan untuk kegiatan. Kita baku kenal dengan samua wartawan di Pemprov Sulut (JIPS) walaupun dorang ada 100 orang tetap kita kanal karena kita 'bekas' wartawan, kita sering komunikasi dengan dorang," kata Nova.

Diketahui dari hasil rapat kerja dengan Deputi Perlindungan Anak lalu di Hotel Grand Puri Manado pekan lalu, total ABK yang terdeteksi mengalami Autis hingga Agustus 2016 lalu adalah 2.055 anak dan angka itu pun setiap hari bisa bertambah dan berkurang. Dimana, untuk penderita penyakit bagi ABK yang tidak mempunyai kartu jaminan/BPJS itu merupakan kewenangan dari Dinsos untuk mengeluarkan surat rekomendasi agar bisa mendapatkan pelayanan jika ABK harus mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 24 September 2016 ,

0 komentar for "Program ODSK dan Bunda ABK Sulut Tangani Anak Miskin Sakit Bakal Kandas di Dinsos"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional