Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Perjuangkan Nasib Buruh di Sulut, 'Balita' Perempuan Ini Pun Dampingi Orang Tuanya

Foto-foto Emilia (anak) bersama puluhan pendemo saat menggelar aksinya di halaman kantor Gubernur Sulut.

Manado, detiKawanua.com - Seharusnya seorang anak yang pada pukul 10.30 pagi masih duduk dan menimbah ilmu disekolahnya, namun kali ini Kamis (29/09) tadi oleh salah satu anak perempuan bernama Emilia Lumentang (5) asal Kota Bitung, harus rela mengikuti orang tuanya dalam aksi damai para buruh untuk memperjuangkan hak-hak buruh di Sulawesi Utara (Sulut).

Pantauan media ini, sang anakpun dalam aksi di halaman kantor Gubernur Sulut itu dihadiri sekitar 50-an orang itu duduk melantai di atas aspal bersama para pendemo, sambil mendengarkan penyampaian dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, Marsel Sendoh selaku perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

Diketahui puluhan orang yang mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) didampingi  Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Provinsi Sulut.

Tommy Sampelan didampingi Ferdinand Lumenda Ketua DPW Sulut, dalam orasinya mengatakan, unjuk rasa yang kami lakukan saat ini merupakan salah satu bentuk unjuk rasa damai.

"Kami meminta kepada pemprov sulut agar mengambil tindakan serta berperan aktif untuk mencabut tuntutan nasional dan tuntutan daerah.
Adapun Pernyataan Sikap meliputi :
1. Cabut PP no.7 tahun 2015 - tolak upah murah - naikan upah minimum 2017 sebesar Rp. 650.000,-.
2. Cabut UU Tax Amnesty.
3. Hapuskan Outsourcing.
4. Mempidanakan pengusaha yang melakukan pemberangkusan serikat pekerja (UNION BUSTING).
5. Menindak tegas bagi pengusaha yang tidak mengikutsertakan pekerja sebagai peserta JKN (BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan).
6. Menindak tegas bagi pengusaha yang tidak membayar THR sebesar seratus persen dari UMP.
7. Jadikan Angkatan Honorer dan Guru Honorer menjadi PNS.

Dihadapan pendemo, Sendoh menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi yang positif.

"Kami salut atas masukan dan koreksi kepada pemerintah daerah dan lebih khusus kepada pemerintah pusat. Bahwa apa yang disampaikan kalian (Pendemo) kepada pemimpin kami. Pastinya kami akan atur sesuai mekaninisme dan aturan yang ada. Dan menjelaskan kembali hasil kepada para pendemo atas tuntutannya," pungkas Sendoh.

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 29 September 2016 ,

0 komentar for "Perjuangkan Nasib Buruh di Sulut, 'Balita' Perempuan Ini Pun Dampingi Orang Tuanya"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional