Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Kapolda Dinilai "Tak Tepati Janji", Puluhan Pengusaha dan Sopir Bus Mengadu ke DPRD

Anggota DPRD Komisi II Royke Wowor, Komisi III Boy Tumiwa dan Komisi IV James Karinda saat menerima massa aksi.
Anggota DPRD Komisi II Royke Wowor, Komisi III Boy Tumiwa dan Komisi IV James Karinda saat menerima massa aksi.

Manado, detiKawanua.com - Pengusaha dan pengemudi Bus yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) Bersama LSM menggelar aksi damai di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) yang diterima langsung oleh Komisi II Royke Wowor, Komisi III Boy Tumiwa dan Komisi IV James Karinda, Selasa (27/09) siang tadi.

Kedatangan puluhan aksi dari perwakilan berbagai daerah yang berada di Sulut menyuarakan aspirasi karena menurut kacamata mereka telah terjadi pembiayaran oleh pemerintah daerah karena taksi gelap sudah memakai badan jalan sehingga membuat penghasilan pengusaha dan supir bus mengalami penurunan drastis. 

"Bagaimana cara kita menghidupi keluarga kalau penghasilan hanya 30 ribu sampai dengan 40 ribu per-hari. perlu anggota DPRD ingat, kami adalah AKDP yang sah menurut undang-undang nomor 22 tahun 2009 bahwa kami membayar ijin trayek, Jasa Raharja dan memberi retribusi terminal terhadap pemerintah daerah," ucap Feldi Kalo Maleong dalam orasinya selaku Korlap Aksi.

Ketua Organda Kota Manado yang memimpin massa aksi dalam orasinya juga menambahkan kekecewaan mereka kepada Kapolda Sulut yang berjanji menertibkan para pengusaha jasa transportasi taksi gelap tapi hingga sekarang janji itu tidak di penuhi.

"Pada bulan februari lalu kami akan mengadakan demo besar-besaran, tapi kami diminta oleh Kapolda untuk menunda demo karena dijanjikan mereka meminta waktu dua minggu  akan menertibkan terminal bayangan yang ada di kota manado, akan tetapi sampai sekarang janjinya kepada kami tidak direalisasikan," ungkap Kalo Maleong.

Anggota DPRD Komisi IV, James Karinda merespon massa aksi dengan menyampaikan DPRD akan berjanji memperjuangkan aspirasi dari pengusaha dan pengemudi Bus se-Sulut, kemudian akan menyuarakannya pada Gubernur Sulut. 

"kami sangat mengerti dengan keadaan saudara-saudara, kalau mata pencaharian terganggu pasti akan berpengaruh pada wilayah pendidikan, kesehatan dan aspek-aspek yang lainnya. Aspirasi kalian telah kami dengar, DPRD berjanji akan memperjuangkan aspirasi sopir dan pengusaha dan membawanya pada wilayah Eksekutif," Terang Karinda

Sedangkan Boy Tumiwa yang merupakan Komisi III DPRD yang membidangi Perhubungan dan Transportasi menambahkan, kalau persoalan ini merupakan wewenang Eksekutif yang mengambil Keputusan tapi DPRD memiliki Power untuk menekan agar aspirasi kalian bisa di realisasi. 

"Aspirasi sudah diterima dalam satu minggu akan kami proses dan yakinlah dalam waktu dekat ini akan ada tindak lanjut DPRD minimal kita duduk bersama dan berjuang untuk menyelesaikan persoalan ini, Pungkasnya.

Setelah mendengar Respon aspirasi mereka dari anggota DPRD Sulut, massa Aksi langsung meninggalkan Gedung DPRD untuk melanjutkan aksi mereka di kantor Gubernur Sulut.

(Enda)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 27 September 2016 , ,

0 komentar for "Kapolda Dinilai "Tak Tepati Janji", Puluhan Pengusaha dan Sopir Bus Mengadu ke DPRD"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional