Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Harga Cingkeh Anjlok, Petani Kembali Mengelu ke DPRD Sulut

Cengkeh. (Ist)

Manado, detiKawanua.com - Harga cengkih di Sulawesi Utara (Sulut) anjlok, petani beraksi. Lembaga Swadayah Masyarakat (LSM) siap lakukan advokasi kebijakan Kementrian Perdagangan melalui instruksi presiden hingga mempersulitkan petani cingkeh itu.

Desakan yang kedua kalinya oleh para perwakilan petani cingkeh tembus di Gedung DPRD Sulut, Senin (13/09), siang tadi.Argumentasi berupa tuntutan agar kebijakan tersebut dicabut turut menghiasi Ruang Rapat I DPRD Sulut, sayangnya, aspirasi masyarakat yang merupakan kalangan menegah kebawah itu belum menghasilkan harapan. Komisi II DPRD yang membidangi perekonomian hanya berkila.

Jajaran DPRD mengaku sudah memperjuangkan hal tersebut di Kementrian Perdagangan Oktober tahun lalu, namun pihak kementrian justeru lebih membuat anggota DPRD Sulut yakin alasan mengapa harga cingkeh turun.

"Kami sudah melakukan kunjungan ke Kementrian Oktober lalu bersama Kadis Perindag dan hasilnya, data yang disampaikan pihak kementrian tidak bisa terbantahkan,"akuh persopnil Komisi II Cindy Wurangian.

Menurutnya, Surat Keputusan (SK) No.525 kemudian beralih ke SK 57 adalah mutlak instruksi presiden yang berisikan izin perdagangan, namun telah dicabut kembali oleh Menteri Perekonomian. Alhasil, pabrik rokok yang semulah membeli hasil cingkeh dalam negeri kini dengan leluasa mengimport cingkeh dari luar negeri."SK 528 ke SK 75 berdasarkan instruksi presiden harus memiliki izin, namun itu telah dicabut oleh pihak Menteri Perekonomian,"tambah Cindy.

Teddy Kumaat, anggota Komisi II ini juga membenarkan bahwa telah berlangsung lama para pedagan mengimport cingkeh dari luar, akibatnya petani cingkeh di Indonesia merasakan dampak."Sebenarnya sudah lama inport cingkeh dilakukan oleh para pembeli,"kata Kumaat.

Menurut salah satu warga, dalam kesempatan itu meminta agar, pembeli cingkeh tidak harus dari agen ke agen, harusnya pihak pabrik langsung datangi para petani cingkeh dan membeli cingkeh mereka.

"Tahun lalu telah terjadi musim kemarau panjang di Sulut. Bapak anggota dewan tidak turun lansung untuk menyaksikan perjuangan kami, kami sudah bersusah paya mengangkat air ke puncak gunung karena khawatir adanya kemarau panjang itu. Kini, hasil panen sangat menurun ditambah harganya yang tidak sesuai. Untuk i9tu, kami minta pihak pubrik harus membeli hasil kami tidak melalui dari pembeli satu ke lainnya,"terang salah satu petani cingkeh asal Minahasa. (Aldi)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 13 September 2016 ,

0 komentar for "Harga Cingkeh Anjlok, Petani Kembali Mengelu ke DPRD Sulut"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional