Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Listrik Padam Jadi Langganan, Desa Wayaua dan Songa Kini"dincar" Investor Asing

Gambar panas Bumi/Ist

Jakarta, detiKawanua.com - Desa Wayaua dan desa Songa adalah dua desa yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Saat ini kedua desa tersebut menjadi sorotan dunia khususnya World Bank (Bank Dunia). Hal ini dikarenakan kedua desa tersebut memiliki sumberdaya alam berupa panas Bumi.

Sekedar diketahui, masyarakat desa Wayaua dan desa Songa dengan jumlah penduduk kurang lebih 4000 orang itu, sudah lama berkeluh akibat listrik padam menjadi langganan tetap. Meski demikian, pemerintah setempat seakan tidak mempedulikan keluhanan yang sudah berkepanjanagan itu. Malahan terbalik, pemerintah justru akan memberikan ijzin operasi perusahaan asing untuk melakukan pengeboran di kedua desa tersebut yang memiliki kekayaan alam berupa panas bumi yang merupakan bahan dasar pembangkit listrik.

Nama perusahaan yang akan beroperasi  nanti adalah perusahaan pelat merah yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero/SMI). Seperti aktivitas tambang umumnya, selama penambangan berlangsung, tidak saja akan merubah bentang alam akan tetapi ikut merusak ratusan spesies di hutan. Belum lagi, dari segi hasil, perusahaan akan meraut keuntungan yang besar sementara pemerintah daearah hanya menerima masukan pajak dan royalti sekian persen, dan dampak terburuknya akan dialami masyarakat yang menghuni di kedua desa tersebut.

Direktur Panas bumi, Ditjen EBTKE, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yunus Saefulhak mengatakan, untuk tahap awal, Bank Dunia menyiapkan dana investasi US$4,5 juta.

Rencananya, tiga wilayah yang disasar. "Tiga wilayah itu, Wai Sano di Flores, Songa-Wayaua di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, dan Gunung Sirung di Nusa Tenggara Timur," kata Yunus di Jakarta, Sabtu (17/09).

Yunus menuturkan, pengembangan itu bagian dari hibah, atau tidak bersifat bisnis. Setelah melakukan pengeboran dan menemukan hasil, pemerintah berencana menenderkan daerah itu menjadi wilayah kerja panasbumi (WKP).

"Dia ngebor saja, melakukan kegiatan pengeboran skenarionya. Setelah itu hasilnya jadi cadangan nanti ditender," kata dia.

Jika WKP berhasil ditentukan pemenangnya, pengembang wajib membayar seluruh biaya pengeboran sebelumnya. Ini dilakukan agar Bank Dunia bisa kembali melakukan pengembangan panasbumi di wilayah lain.(Aldi)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 20 September 2016 , ,

0 komentar for "Listrik Padam Jadi Langganan, Desa Wayaua dan Songa Kini"dincar" Investor Asing"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional