Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Kemendikbud RI Wacanakan Full Day School, Ini Tanggapan Ade Saerang

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado. /Ist
Manado, detiKawanua.com - Wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk menerapkan full day school bagi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), mendapat perhatian dari sejumlah kalangan. Entah itu dari kalangan legislatif, maupun sebagian masyarakat yang saat ini anaknya sedang duduk di bangku sekolah tersebut di atas.

Aprioano Ade Saerang contohnya. Sebagai perwakilan masyarakat (legislatif) Kota Manado, dirinya merasa apa yang diwacanakan oleh Kemendikbud perlu dipertimbangkan lagi. Sebab menurut pria yang biasa disapa dengan sebutan Ade ini, setiap sekolah di Indonesia memiliki fasilitas belajar yang berbeda-beda: ada yang lengkap dan tidak.

"Kebijakan Kemendikbud untuk menerapkan full day school, sebaiknya diterapkan untuk sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas belajar yang memadai. Tapi, kalau untuk sekolah-sekolah yang fasilitasnya tidak lengkap, saya kira tak layak untuk diterapkan," kata Ade, Selasa (09/08).

Lebih lanjud dijelaskan Ade, apabila full day school benar-benar diterapkan tanpa melihat dari aspek yang telah ia utarakan di atas, maka bukan tidak mungkin siswa-siswi akan merasa jenuh jika seharian penuh berada di lingkungan sekolah. "Anak-anak juga butuh istirahat," singkatnya.

Ade yang juga adalah Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado ini, pun mengatakan bahwa perlu ada sosialisasi terkait kemunduran dan kemajuan sistem pendidikan di Indonesia.

Terpisah, salah satu wali murid yang saat ini anaknya sedang duduk di bangku SMP ternama di Manado, dengan keras menolak apa yang ingin diterapkan Kemendikbud pada sistem pendidikan di Indonesia.

"Saya tidak sepakat dengan wacana yang ingin dibangun oleh pihak Kementerian Pendidikan. Sebab, siswa-siswi yang duduk di SD dan SMP, orangtuanya memiliki latar belakang ekonomi yang berbeda-beda. Contohnya saya. Penghasilan saya hanya sekitar sembilan puluh lima ribu rupiah setiap hari kerja. Dan itu bisa saya dapati, jika pekerjaan saya dari jam delapan pagi hingga jam lima sore selesai. Sehingga, saya memerlukan bantuan anak saya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang saya kerjakan. Bisa dibayangkan kan jika wacana itu diterapkan!" ungkap buruh bangunan di salah satu perumahan di Manado yang namanya enggan diberitakan.

Diketahui, salah satu alasan Kemendikbud ingin menerapkan full day school di tingkat SD dan SMP, yakni untuk mengantisipasi perilaku negatif siswa-siswi di luar jam sekolah.

(v1c)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 10 Agustus 2016 ,

0 komentar for "Kemendikbud RI Wacanakan Full Day School, Ini Tanggapan Ade Saerang"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional