Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

SSW : Pemimpin Itu Bukan Untuk Dilayani, Tapi Melayani

Samuel Stefanus Wotulu.

Minahasa, detiKawanua.com
- Calon HukumTua Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri, Semuel Stefanus Wotulo (SSW), mengemukakan bahwa menjadi seorang pemimpin bukan untuk dilayani, tapi melayani masyarakat. "Seseorang ketika menjadi pemimpin, hendaklah melayani kepada masyarakat, dan bukan untuk dilayani," tegas SSW mengawali perbincangan dengan sejumlah wartawan disalah satu Rumah Kopi dikawasan Sario, Kamis (21/07).

 Dari perbincangan tersebut, kandidat kuat Hukum Tua Desa Ranowangko itu berpendapat bahwa Desa Ranowangko memiliki begitu banyak potensi untuk menopang pembangunan desa. "Memang saat ini tak bisa dipungkiri bahwa baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan bantuan berupa Dana Desa untuk membangun Desa. Akan tetapi, menurut saya, kita jangan hanya terfokus saja pada Dana Desa, sebab Desa Ranowangko memiliki Potensi yang bisa digarap untuk menopang pembangunan. Misalnya, Pariwisata. Selain Pantai Mangatasik yang saat ini menjadi tujuan wisata, ada beberapa lokasi yang bisa dijadikan lokasi wisata lainnya seperti Air Terjun Mangatasik. Jika kita optimalkan lokasi itu bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa.

Selain itu, Desa Ranowangko memiliki wilayah Hutan yang bisa dijadikan Cagar Alam karena terdapat beberapa jenis binatang yang dilindungi seperti orang hutan, tarsius, serta beberapa jenis burung langkah. Jika Desa Ranowangko memiliki lokasi Cagar Alam, bukan tidak mungkin banyak wisatawan dari mancanegara maupun domestik akan berkunjung ke Desa Ranowangko. Tentunya akan mendatangkan devisa bagi Desa serta tingkat ekonomi masyarakat akan naik dengan terbukanya lapangan pekerjaan. Apalagi sekarang ini Pemerintah Provinsi Sulut lagi giat mempromosikan Pariwisata. Nah, untuk mengelola semua itu, jika Tuhan Berkenan dan masyarakat mendukung saya menjadi Hukum Tua, maka saya akan membuat Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes).

Namun ketika disentil soal apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh Desa Ranowangko saat ini, dengan bijaksana SSW menjelaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah Persatuan, Kebersamaan dan Kerukunan. "Saya ingin tiga kata itu yakni Persatuan, Kebersamaan dan Kerukunan ada di benak masyarakat Desa Ranowangko. Kita jangan terpecah belah hanya karena berbeda dukungan. Berbeda pandangan itu hal biasa, tapi jika kita sudah terkotak-kotak cuma karena berbeda pilihan maka dikuatirkan akan merusak tatanan maupun sendi-sendi kehidupan yang ada di Desa Ranowangko. Oleh sebab itu saya mengajak semua element masyarakat untuk bersatu, demi membangun Desa Ranowangko yang Kita cintai dan Banggakan. Kenapa saya katakan demikian, karena sejak beberapa tahun lalu masyarakat Desa Ranowangko telah mengalami suatu pola pikir yang didalamnya terdapat perbedaan-perbedan pendapat yang mengakibatkan adanya cela. Oleh sebab itu, saya berhasrat untuk mempersatukan kembali perbedaan-perbedaan itu menjadi satu tujuan demi keutuhan masyarakat demi membangun Desa Ranowangko guna meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Menutup perbincangan, SSW mengatakan, pada prinsipnya, masyarakat Desa Ranowangko memiliki jiwa yang baik serta hati yang damai. "Jadikan momentum Pilhut ini sebagai wadah pemersatu. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Desa Ranowangko untuk mengawal Proses Demokrasi ini sehingga bisa berjalan dengan baik, jujur, adil dan sesuai dengan Aturan yang berlaku. Damailah Negeriku Desa Ranowangko yang Tercinta," tutur birokrat yang telah mengabdi bagi Desa Ranowangko selama 15 tahun.

(Aldi)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 27 Juli 2016 , ,

0 komentar for "SSW : Pemimpin Itu Bukan Untuk Dilayani, Tapi Melayani"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional