Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Pemprov 'Restui' Lembean Jadi Desa Wisata Budaya Kolintang

pelaksanaan puncak kegiatan 90 Tahun tokoh budaya Alfred Sundah di desa Lembean.

Minut, detikawanua.com - Desa Lembean Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang terkenal akan daerah industri, pusat para grup pemain alat musik Kolintang, pembudidayaan pohon kayu Wanderan (kayu telor,red) sebagai bahan baku alat Kolina nampaknya kedepan 'ditargetkan' oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut melalui Gubernur, Olly Dondokambey untuk dijadikan desa pariwisata Kolintang.

Gubernur diwakili Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Sulut, Happy Korah dalam sambutannya menyebutkan Kolintang yang menjadi budaya Sulut yang sudah bisa dikenal hingga ke manca negara.

"Sosok Alfred Sundah sudah berkontribusi dan berjasa penting bagi dunia seni didaerah Sulut khususnya musik kolintang dengan lagu-lagu daerah hasil ciptaannya,"katanya.
     
Diungkapkan Gubernur juga, pemerintah sangat mensuport atas peningkatan pariwisata di Sulut selain wisata laut, kuliner, tarian serta religius pun Kolintang merupakan salah satu seni budaya Sulut yang tentu akan dikembangkan.

"Desa Lembean menjadi salah satu potensi daerah untuk dikembangkan khususnya untuk wisata seni budaya Kolintang karena terbanyak masyarakatnya merupakan para pemain Kolintang serta memproduksi Kolintang,"terangnya.

Kiranya pemerintah Kabupaten Minut juga diharapkannya bisa mendorong Desa Lembean untuk dijadikan desa wisata dalam memperkenalkan budaya Kolintang selain wisata lainnya yang ada di Minut.

"Ada 13 Kabupaten Kota punya laut dan ini harus dimanfaatkan secara baik untuk dijadikan daerah wisata. Saya rasa Kabupaten Minut bisa maju dalam sektor pariwisata jika dimanfaatkan ini semua,"tambah Korah.

Sementara itu melalui Linda Sundah (anak ke 3 Alfred Sundah) menyatakan, bahwa orang tua (Alferd) selama ini selain Kolintang juga telah banyak melakukan pelestarian seni budaya Minahasa lainnya, seperti tari-tarian.
"Sekian lama ayah melakukan itu barulah kami mengerti, pentingnya melestarikan budaya lokal (daerah).

Jems Sundah yang merupakan anak ke 2 Alferd Sundah pun berharap dan mengajak kepada masyarakat di Desa Lembean untuk sama-sama melestarikan budaya Kolintang termasuk bahan dasarnya yakni tamanan kayu Wanderan (Kayu Telor,red).

"Kita sama-sama membangun dan membudayakan Kolintang ini karena menjadi simbol alat musik khas Minahasa dengan lagu bahasa Tonsea,"harap yang merupakan pencipta lagu para musisi kelas nasional dan mancanegara yang kinitinggal di New York.

Hadir selain Kadis Pariwisata Sulut, Happy Korah, juga Pemkab Minut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Utara, Yoppy Lengkong, Hanny Jhos Pua (HJP), serta para undangan pegiat Kolintang di Minahasa.
Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 31 Juli 2016 , , ,

0 komentar for "Pemprov 'Restui' Lembean Jadi Desa Wisata Budaya Kolintang"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional