Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Fraksi PDI-P DPRD Sulut Jadi Contoh Buruk

Wagub Steven Kandouw saat Pripurna DPRD Sulut.

Manado, detiKawanua.com
- Memiriskan, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Sulawesi Utara (Sulut) akhir-akhir ini enggan menghadiri rapat dan sejumlah agenda di Gedung Cengkih. 

Legislator DPRD Sulut yang juga pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) daerah tingkat I justru lebih memprioritaskan agenda ke luar negeri ketimbang menghadiri rapat yang merupakan kewajiban mereka.

Contoh buruk ini justru dilakoni oleh Bendahara DPD PDI-P Sulut Andre Anggouw yang kini menjabat sebagai ketua DPRD Sulut. Pasalnya, terhitung dua kali di gelarnya Rapat Paripurna DPRD, Ketua DPRD Andre Angguow selalu berada di luar daerah. Padahal rapat tersebut seharusnya dihadiri dan dipimpin oleh ketua DPRD tanpa harus diwakili oleh pimpinan dewan lainnya. Apalagi, Rapat Paripurna yang dilaksanakan berturut-turut itu merupakan pembahasan dan ketentuan serta kebijakan pemerinta Daerah Baik itu pihak eksekutif maupun legislatis yang merupakan representasi dari masyarakat Sulut.

Padahal, pada kesempatan rapat paripurna sebelumnya, Wakil Ketua DPD PDI-P Steven OE Kandouw sempat melontarkan statement terhadap anggota Fraksi PDI-P yang enggan mengikuti Rapat Paripurna. Diketahui, pelaksanaan Paripurna sebelumnya hanya dihadiri oleh 7 personil anggota FPDI-P dari total berjumlah 13 anggota. Tanggapan yang dilontarkan Steven Kandouw yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulut, tentu sebagai wujud kekecewaannya terhadap anggota Fraksi. Wagub dengan lantang akan menyampaikan kelalaian anggota Fraksi terhadap pimpinan daerah PDI-P namun, semua itu seakan tidak digubris.

Ketua Fraksi PDI-P Teddy Alexander Kumaat saat dimintai tanggapan terkait hal itu, dirinya pun mengakui dan akan melakukan perngecekan terhadap sejumlah anggota yang enggan hadiri rapat paripurna penyampaian hasil pembahasa Rancangan Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulut 2106 yang dilaksanakan, Kamis (14/07).

“Saya belum mengecek jumlah anggota fraksi yang hadir dalam Rapat Paripurna, tapi lima anggota fraksi memang tidak hadir karena berada di luar negeri. Itu termasuk ketua Dewan yang sementara tugas luar negeri,” singkat Kumaat, saat  ditemui dikoridor lantai I Gedung DPRD Sulut. (Aldi)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 14 Juli 2016

0 komentar for "Fraksi PDI-P DPRD Sulut Jadi Contoh Buruk"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional