Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Astaga Keponakan Bakar 'Dego-Dego' Resto n Cafe yang Diresmikan Gubernur ?

Terungkap, Dibalik Insiden Dego-Dego Resto n Cafe yang Terbakar.
Foto pelaku saat menjalani rekontruksi di TKP Dego-Dego Resto Manado.

Manado, detikawanua.com - Hanya dengan menghitung hari akhirnya pada Jumat (08/07) oleh tim Kepolisian Polda Sulut dan Polresta Manado berhasil membekuk pelaku dugaan pembakaran Resto dan suvenir 'Dego-Dego' dan satu rumah warga sipil di kompleks jalan Wakeke Manado pada Rabu (06/07) pukul. 03.00 dini hari.

Informasi yang diterima detikawanua.com pada Sabtu (09/07) siang tadi yang sudah gempar di sosial media Facebook akun milik Victor Rarung, oleh pihak Kepolisian langsung menggelar rekontruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama pelaku yang diperkirakan baru berusia sekitar 21 tahun itu, dengan pengawalan polisi ekstra ketat.

Dari pantauan sejumlah komentar nitizen (Stanly, Ronny dan Tamara,red) yang diduga mengenal pelaku mengungkapkan bahwa pelaku yang merupakan warga Perkamil tersebut merupakan keponakan dari pemilik resto Dego-Dego (Ibu Deysi, red) atau anak dari kakak pemilik.

Diketahui Dego-Dego Resto n suvenir tersebut terhitung belum genap sebulan (26 Juli, red) diresmikan langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang dihadiri Wakil Gubernur Steven Kandouw serta sejumlah pejabat dan para kalangan pengusaha dan bisnis. Dimana resto tersebut dinilai sekarang ini paling terkenal di Sulut, khususnya di Manado, karena merupakan resto yang pendukung sektor Pariwisata di Sulut dengan selain menyediakan makanan khas Manado, juga tersedia suvenir dan pakaian, kemeja batik hingga kain khas Sulut.

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 09 Juli 2016 ,

0 komentar for "Astaga Keponakan Bakar 'Dego-Dego' Resto n Cafe yang Diresmikan Gubernur ?"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional