Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Soal Data Penduduk Meninggal Dunia, Pemdes Diminta Intens Melaporkan

Kepala Dukcapil Boltim, Rusmin Mokoagow.

Boltim, detiKawanua.com -  Pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Boltim meminta Pemerintah Desa (Pemdes) untuk melaporkan secara intens data kependudukan terutama bagi penduduk yang meninggal dunia.

Hal ini dimaksud, untuk bisa diketahui data pengurangan penduduk pada setiap Desa se-Boltim, "ini untuk pembuatan akta kematian agar, dapat diketahui adanya pengurangan penduduk dalam suatu Desa," ungkap Kepala Bidang Catatan Sipil Boltim, Noortje Songgigilan pada Kamis (16/06) 

Kepada swjumlah awak media, Dirinya menjelaskan bahwa, salah satu kelengkapan dokumen kependudukan adalah pembuatan akta kematian. dan akta tersebut dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan berdasarkan laporan dari Pemdes setempat.

"Saat ini, kita sedang berupaya kalau di suatu desa terjadi kematian harus segera melapor. sebab, data itu akan direkap setiap Tiga Bulan," terang Dia.

Adapun prosedur pengurusan Akta kematian tersebut kata Dia, dari masyarakat melapor ke pihak Pemdes dan selanjutnya dilaporkan ke tingkat Kecamatan dan kemudian dari Kecamatan akan diteruskan ke Pihak Disdukcapil.

"Jadi, Pemdes harus pro aktif untuk melakukan koordinasi dengan Kecamatan terkait pengurusan akta kematian ini," ujarnya.

Disamping itu, Kepala Disdukcapil Boltim, Rusmin Mokoagow juga menambahkan, betapa pentingnya pengurusan Akta Kematian ini sehingga pihaknya terus berupaya melakukan pendataan di setiap Desa yang ada.

Bahkan, hal ini sudah di sampaikan baik langsung maupun melalui surat edaran lewat Kecamatan untuk diteruskan kepada Pemdes kalau ada kematian dalam suatu desa, maka segera laporkan ke staf Capil. 

Namun dirinya mengaku, hingga kini persoalan berkaitan dengan laporan kematian ditingkat desa masih belum efektif, "dinilai, yang menjadi kendala itu laporan dari Desa. kebanyakan penduduk melakukan pengurusan pembuatan akta kematian ini, nanti ketika dibutuhkan. padahal, pengurusan akta, maksimal 30 hari sesudah yang bersangkutan meninggal dunia harus segera dilaporkan," papar Rusmin, siang tadi.

Lanjutnya, dasar pengurusan kelengkapan dokumen termasuk akta kematian dimaksud, telah diatur dalam Undang-Undang (UU) tentang penyelenggaraan Administrasi kependudukan.

"Dasarnya yakni, UU Nomor 23 Tahun 2006 yang kemudian di rubah dengan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil," beber Dia.

Diketahui, berdasarkan data hasil rekapan di Disdukcapil Boltim, baru sebanyak 67 kasus kematian yang telah dibuatkan akta kematiannya. jumlah tersebut, sesuai laporan yang masuk terhitung sejak Januari hingga Mei 2016. (Fidh)

Sumber: Disdukcapil Boltim.

Di Postkan Oleh Adhy Kambose | Kamis, 16 Juni 2016

0 komentar for "Soal Data Penduduk Meninggal Dunia, Pemdes Diminta Intens Melaporkan"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional