Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Segudang Masalah di 3 Daerah Perbatasan Kepulauan Sulut pun Terungkap

Wakil gubernur saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan bersama Komite I DPD RI.

Manado,detikawanua.com - Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengakui bahwa kawasan perbatasan kepulauan Indonesia terlebih di Provinsi Sulut masih ada yang tertinggal. Oleh karena itu untuk perlunya perhatian khusus dari semua pihak dalam mendorong kemajuannya memajukanya.

"Permasalahan krusial di daerah perbatasan itu ada di 3 Kabupaten di Nusa Utara yakni Kepulauan Sangihe, Talaud dan Kepulauan Sitaro, dimana ketiga daerah itu masuk 5 besar daerah termiskin di Sulut. Dari 15 indikator kemiskinan dari BPS, seluruhnya dimiliki warga miskin di sana antara lain kurangnya tenaga dokter, air bersih, serta sandang, pangan dan papan. Singkat kata wilayah perbatasan kepulauan butuh perhatian serius,"beber Wagub, saat membuka pertemuan bertema Uji Sah UU Pengelolaan Kawasan Perbatasan yang digelar Komite 1 DPD RI yang dipimpin Wakil Ketua komite, Benny Ramdhani, di ruang rapat CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, Selasa (21/06) siang tadi.

Dikatakannya pula selain itu akses  pelayanan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan juga masih sangat rendah bahkan tidak ada di
tiga Kabupaten kepulauan tersebut.

"Mereka memiliki fiskal rendah, APBD juga di bawah 5 persen. Dengan kondisi ini, kita tidak bisa berharap lebih terhadap Pemda di sana untuk bisa melakukan penetrasi maksimal dalam melakukan pengentasan kemiskinan,"kata Kandouw.
Lanjutnya, terdapat permasaalahan lain juga yakni disparitas harga, dikarenakan medan tempuh serta sarana prasarana transportasi perhubungan yang belum memadai. Dimana harga bahan pokok masyarakat di daerah perbataaan sangat tinggi dibandingkan dengan daerah di daratan.

"Masalah keamanan dan pertahanan juga sangat memprihatinkan, penduduk yang dikenal Sangihe Philipina (Saphi) atau Philipina Sangihe (Phisang) dimana status kewarganegaraan sampai aekarang masih belum jelas. Diduga pula, adanya anasir-anasir dari kelompok fundamentalis yang menjadikan wilayah perbatasan Nusa Utara sebagai pintu masuk maupun pintu keluar para teroris, dan pemerintah pusat dinilai kurang serius mengatasi masalah tersebut,"tandas mantan Ketua Deprov Sulut itu.

Sebelumnya, Ketua komite I DPD RI, Benny Ramdhani mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut merupakan selain silaturahmi dengan Pemprov Sulut melalui Wagub (Steven Kandouw,red), dimana tim yang dipimpinnya itu juga sebelumnya sudah langsung mengunjungi 'jantung' dari wilayah perbatasan (Kepulauan Talaud,red) tersebut.
"Mulai dari kondisi wilayah dan kehidupan masyarakat di bumi porodisa itu sudah kami ambil, mengingat UU yang ada juga belum mampu mengakomodir daerah perbatasan di Indonesia," ujar mantan anggota Deprov Sulut ini.

Ramdhani juga mengakui bahwa, fakta empiris sampai saat ini masih ada ketimpangan antara kawasan barat dan timur atau Jawa dan luar Jawa, antara daratan dan kepulauan, contohnya Talaud tidak memiliki legitimasi karena undang-undang belum mampu mengakomodir daerah perbatasan.

"Kalau selama ini semua regulasi di potret dari istana Presiden atau lembaga pemerintah pusat terkait, pada sekarang ini sudah berbeda yang dipotret langsung dari daerah terkait sehingga betul-betul kita mengetahui kondisi daerah yang sesungguhnya. Indonesia Timur itu berbicara perbatasan didalamnya juga berbicara Sulut karena memiliki 3 daerah perbatasan,"ujar Brani sembari menambahkan, semoga melalui pertemuan ini diharapkan mendapat berbagai masukan dalam penyempurnaan RUU ini.

Hadir pula jajaran Pemprov Sulut, unsur Forkopimda Sulut, Wakil Bupati Sitaro, Siska Salindeho dan dua personil anggota Dekab Sangihe Helmut Hontong (Ketua Komisi 1) dan Merry Pukoliwutang (Ketua Fraksi Golkar). (hms/dkc).

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 21 Juni 2016 , , , , ,

0 komentar for "Segudang Masalah di 3 Daerah Perbatasan Kepulauan Sulut pun Terungkap"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional