Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Makna Pancasila Untuk Talaud, Mangole : Pembangunan Menggunakan Skala Prioritas

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud, Jacob Mangole.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud, Jacob Mangole.

Talaud, detiKawanua.com - Dimasa pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla, sedang mempersiapkan mengenai peraturan presiden yang menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila. Selanjutnya, tanggal 1 Juni akan dijadikan hari libur nasional.

Rencana ini dilakukan agar Pancasila benar-benar mendarah daging di hati rakyat Indonesia. Sehubungan dengan hari Lahirnya Pancasila kali ini sejumlah kalangan di Talaud khususnya Kaum muda memberikan statemen tentang makna Pancasila bagi pembangunan bangsa terutama daerah Porodisa sekarang ini.


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Jacob Mangole mengatakan, Pancasila adalah ideologi bangsa maka pembangunan daerah harus di susun dan dilaksanakan berdasarkan pancasila itu namanya pancasila menjadi ideologi kerja dan segala pengambilan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan harus sesuai pancasila yg merupakan ideologi bangsa.

"Kepulauan Talaud adalah daerah pinggiran maka pembangunan harus menggunakan skala prioritas berdasarkan urusan pemerintahan wajib dan pilihan dan tentunya berdasarkan kebutuhan yg mendesak. Pemerataan itu penting tapi yg lebih penting kebutuhan mendesak dulu yg di utamakan, ungkap Mangole seorang politisi muda dari Fraksi PDIP," ungkapnya.


Mangole berharap kedepan bahwa pancasila sebagai ideologi bangsa harus menjadi ideologi kerja bagi penyelenggara pemerintahan daerah dan perangkat daerah, penyelenggara pemerintahan desa serta seluruh masyarajat yg di didalamnya pelajar dan mahasiswa artinya pancasila harus di bumikan di kab, kepulauan Talaud sehingga terwujud masyarakat pancasila.

"Inti dan hakekat pancasila dalam pembangunan daerah adalah untuk terwujudnya pembangunan daerah yg berkeTuhanan, berperikemanusiaan, berpersatuan, berkedaulatan rakyat dan demi keadilan seluruh masyarakat," tambahnya.


Terpisah, Praktisi Hukum yang berkiprah di Ibukota Negara Irwan Lalegit SH mengatakan setelah menunggu sekian lama, hari ini, Pemerintah akan menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Dengan menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari peringatan lahirnya Pancasila tentu dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk merekatkan terus komitmen kebangsaan semua elemen bangsa yang terkenal sangat majemuk ini.

"Dihubungkan dengan pembangunan di Talaud atau di seluruh pelosok Indonesia yang sedang giat-giatnya membangun, sejatinya, kita semua tentu tidak menginginkan Pancasila hanya sekedar dikenang dan diperingati dalam upacara tanggal 1 Juni atau hanya dilestarikan oleh sebagian bangsa Indonesia, tetapi juga benar-benar menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari di berbagai aspek kehidupan oleh seluruh bangsa Indonesia," ujar Lalegit yang sapaan akrabnya dipanggil Bung Opo oleh sekelompok Aktifis GMNI kala itu.


Lanjut Lalegit, dia tentu berwujud dalam komitmen pemerintah kita (termasuk pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Talaud) untuk serius membangun daerah untuk pencapaian cita-cita bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai pesan-pesan Pancasila yaitu menuju masyarakat adil dan makmur, bahagia dan damai sejahtera itu.

"Jadi, kita menginginkan pesan-pesan PANCASILA benar-benar dilakukan dalam laku tindak seluruh elemen masyarakat di Talaud, dan menjadi nyata hasilnya untuk masa depan daerah yang mensejahterahkan, memberi rasa keadilan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakatnya sebagaimana cita-cita pendirian negara Indonesia dan atau kabupaten Talaud khususnya," tutup Bung Opo yang juga anak dan Keturunan Talaud. (Fandy)

Di Postkan Oleh Adhy Kambose | Rabu, 01 Juni 2016 , ,

0 komentar for "Makna Pancasila Untuk Talaud, Mangole : Pembangunan Menggunakan Skala Prioritas"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional